Likkuaba.com – Ketua Bidang Hubungan Kemasyarakatan DPC GMNI Sumba Timur, Arnoldus B. Mete, S.E., menghimbau seluruh anggota dan kader GMNI se-Sumba untuk tetap menjaga solidaritas dalam melawan berbagai bentuk penjajahan gaya baru.
Arnoldus menegaskan bahwa berorganisasi bukan hanya hadir mengikuti PPAB atau kegiatan semata, tetapi juga berkomitmen menjalani seluruh proses yang ada di GMNI. Ia menekankan bahwa setiap anggota dan kader memiliki tanggung jawab moral untuk saling menjaga, melindungi, serta saling membesarkan demi tercapainya visi dan misi besar organisasi.
“Anggota dan kader GMNI adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kita harus bahu-membahu, bukan untuk menjadi yang terbaik sendiri, tetapi untuk maju bersama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para senior abang dan kakak Sarinah yang terus mendampingi perjalanan kader. Baginya, senior bukan hanya pendahulu, melainkan teladan yang menuntun arah perjuangan. Motivasi dari para senior tersebut menjadi energi yang menguatkan kader GMNI hari ini.
Lebih jauh, Arnoldus menegaskan bahwa nilai kebersamaan adalah prinsip yang selalu dijaga oleh organisasi berlambang banteng bermoncong putih.
“Di GMNI kita diajarkan bahwa tidak ada kawan yang tertinggal dan tidak ada perjuangan yang dibiarkan begitu saja. Semuanya dijalani bersama. Kekuatan organisasi tidak lahir dari satu orang, tetapi dari persatuan dan kesediaan untuk saling menguatkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, saling menjaga merupakan wujud kecintaan terhadap organisasi, dan saling menguatkan menjadi bukti bahwa seluruh kader berada dalam satu ideologi dan satu tujuan. GMNI, katanya, membentuk kader untuk berjuang bersama melalui semangat solidaritas dan gotong royong yang harus selalu dipelihara.
“Ketika lelah, ingatlah bahwa ada senior dan kawan seperjuangan yang siap mendorongmu maju. Kita tidak pernah berjalan sendirian,” ungkapnya.
Arnoldus menutup penyampaiannya dengan menegaskan bahwa kebersamaan adalah pondasi yang menguatkan perjuangan anggota dan kader GMNI dari masa ke masa.
“Bahu-membahu adalah konsep mutlak yang harus dijaga dalam setiap perjuangan demi mengambil keputusan bersama kaum Marhaen. Kader GMNI adalah pejuang yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, lahir dari rakyat, dan selalu siap berjuang bersama rakyat demi terwujudnya masyarakat Pancasila. Teruslah bergerak, teruslah mengabdi. Selama kita bersama, GMNI akan selalu menjadi rumah untuk kembali dan bertumbuh,” tutupnya.***





