MALANG, LIKKUABA.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Kongres XXII GMNI yang akan digelar di Kota Bandung.
Di saat sejumlah pihak mulai menggulirkan wacana “kongres persatuan” dan seruan boikot, GMNI Malang justru mengambil sikap tegas: menolak segala bentuk manuver yang dinilai mengaburkan semangat persatuan yang sejati.
Ketua DPC GMNI Malang, Stanis Laus, menuturkan bahwa GMNI Malang sejak awal tidak pernah menolak ide persatuan.
Namun, ia menekankan bahwa persatuan seharusnya lahir dari semangat kolektif internal, bukan didorong oleh kepentingan tersembunyi.
Baca Juga: Ucapan Yusuf Bora Soal Wartawan Tuai Kecaman: Arogan, Tak Pantas Jadi Wakil Rakyat!
“Kami tidak anti terhadap persatuan, justru kami sangat gandrung terhadapnya. Sejak Rapimnas di Ancol, kami telah berupaya mewujudkan persatuan. Sayangnya, upaya itu tidak mendapat respons yang sepadan,” ujar Stanis dalam keterangannya, Jumat (20/6/2025).
Menurut Stanis, munculnya kembali narasi persatuan yang dibarengi ajakan boikot terhadap Kongres XXII justru menjadi tanda tanya besar.
Ia menilai langkah tersebut lebih banyak diwarnai oleh intervensi dari segelintir alumni maupun aktor eksternal yang mencoba memanfaatkan momentum organisasi.
“Kini, ketika GMNI tengah fokus menyukseskan Kongres Bandung, justru muncul riak-riak baru yang mencatut dalil persatuan. Padahal, itu hanyalah kemasan dari manuver politik yang disusupi kepentingan elit tertentu,” tegasnya.
Baca Juga: Setelah Hina Wartawan, Terkuak Bisnis Wisata Yusuf Bora di Atas Pasir Pantai
Stanis juga mengingatkan seluruh kader GMNI di berbagai daerah agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang mencoba menunggangi organisasi demi kepentingan pribadi atau kelompok.
“Kami imbau kader-kader GMNI untuk tetap waspada terhadap oknum yang tampil seolah pahlawan, padahal punya agenda lain. Jangan biarkan organisasi kita ditarik ke arah yang salah oleh cabang-cabang fiktif atau elit partai tertentu,” ujarnya.
Di tengah dinamika yang berkembang, DPC GMNI Malang menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan menjadikan Kongres XXII di Bandung sebagai momen konsolidasi organisasi yang solid.
Baca Juga: Sempat Panas! Akhirnya Yusuf Bora dan Wartawan Damai dengan Cium Hidung Adat Sumba
“Kongres Bandung harus kita jadikan tonggak persatuan sejati. Bukan yang semu, bukan yang diarahkan oleh pihak luar. Mari kita jaga soliditas dan satukan langkah demi masa depan GMNI,” tutup Stanis.
Kongres XXII GMNI di Bandung dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang. Sejumlah cabang di berbagai daerah telah menyatakan dukungan dan kesiapannya untuk hadir dalam forum tertinggi organisasi tersebut. (LA/PN)





