Gubernur Melki Tegaskan Januari Bulan Perencanaan, OPD Wajib Tuntaskan Evaluasi dan Program 2026

oleh

Likkuaba.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa di bulan Januari ini merupakan bulan krusial bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melakukan perencanaan. Seluruh OPD diwajibkan menuntaskan evaluasi kinerja tahun 2025 serta merampungkan perencanaan program tahun 2026 paling lambat pada Januari ini.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi NTT, Senin, 19 Januari 2026.

Menurutnya, perencanaan program harus disusun secara jelas, terukur, berbasis data, serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak diukur dari serapan anggaran, melainkan dari kualitas pelayanan publik yang dirasakan masyarakat.

“Kita patut bersyukur Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTT meningkat. Tapi ini bukan soal serapan anggaran, melainkan kualitas pelayanan publik. Program harus benar-benar terasa manfaatnya,” tegasnya.

Ia mencontohkan sektor pendidikan, di mana keberhasilan dapat diukur secara konkret melalui penurunan angka putus sekolah, peningkatan kualitas guru dan siswa, serta dampak nyata yang dirasakan orang tua.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi terhadap capaian sektor pertanian. NTT dinilai berhasil melampaui target nasional swasembada pangan hingga 35–40 persen.

“Ini bukti bahwa data yang jujur, perencanaan yang baik, dan kolaborasi semua pihak mampu menghasilkan prestasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar tidak ada lagi praktik penyajian data yang tidak sesuai fakta atau sekadar “asal bapak senang”. Ia menyoroti penanganan stunting yang dinilai belum optimal meski anggaran yang dialokasikan cukup besar.

“Ke depan, anggaran harus benar-benar menyentuh intervensi gizi, bukan habis di rapat-rapat,” tegasnya.

Dirinya juga meminta OPD mengurangi program yang tidak berdampak, menyelaraskan target pembangunan pusat dan daerah, serta berani bertanya jika perencanaan belum jelas. Ia menegaskan tidak boleh ada OPD yang bingung dengan arah kerjanya.

Terkait disiplin ASN, Gubernur Melki menyatakan bahwa toleransi telah berakhir. Ia masih menerima laporan adanya manipulasi absensi, menurutnya tidak dapat dibiarkan. Inspektorat diminta bertindak tegas, sementara kinerja dan kehadiran ASN akan diverifikasi sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan.

Gubernur Menutup arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim penanganan kecelakaan wisata di Labuan Bajo. Ia memastikan akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pariwisata premium agar kejadian serupa tidak terulang.

“Mari kita bekerja dengan fokus, disiplin, dan solid. Perencanaan yang baik harus berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat NTT,” pungkasnya.***

No More Posts Available.

No more pages to load.