Likkuaba.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan ke Museum Daerah NTT pada Rabu (21/1/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran museum sebagai ruang edukasi dan pelestarian sejarah serta budaya daerah.
Gubernur Melki mengaku dirinya sudah sekian lama tidak mengunjungi museum itu, bahkan terakhir kali saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar hingga menengah. Menurutnya, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk kembali menyegarkan ingatan tentang sejarah dan kebudayaan NTT yang selama ini dipelajari melalui pendidikan formal dan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Saya melihat museum kita sekarang sudah jauh lebih baik. Koleksinya semakin beragam, tertata rapi, dan sebagian sudah terdigitalisasi sehingga bisa diakses secara visual oleh pengunjung. Ini merupakan langkah maju yang patut diapresiasi,” ujar Melki.
Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah catatan dan ruang untuk perbaikan, khususnya dalam penyajian data dan informasi agar semakin informatif, edukatif, dan menarik bagi masyarakat luas.
Museum Daerah NTT dinilai sebagai ruang strategis untuk merekam perjalanan panjang sejarah daerah dari berbagai suku dan wilayah. Di tempat ini, generasi muda dapat mengenal NTT secara lebih utuh, mulai dari budaya bahari, pertanian, etnografi, hingga tenun dan kain tradisional yang menjadi identitas masyarakat NTT.
Dalam kunjungan tersebut, ia menaruh perhatian khusus pada koleksi tulang paus biru yang diperoleh pada tahun 1972. Ia menyebut paus biru sebagai daya tarik pariwisata kelas dunia yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan pariwisata bahari NTT.
“Perairan sekitar Lembata merupakan jalur migrasi paus biru dari Australia menuju Samudra Pasifik yang setiap tahun dilalui ribuan ekor paus. Potensi pariwisata bahari ini sangat besar dan perlu dikelola secara baik dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk mendorong sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA, menjadikan museum sebagai salah satu tujuan pembelajaran.
Ia berharap Museum Daerah NTT dapat berkembang menjadi ruang belajar yang hidup dan relevan, sehingga generasi muda mampu mengenal sejarah dan budaya.***






