Kupang, Likkuaba.com— Gubernur Nusa Tenggara Timur memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi NTT yang berlangsung di Hotel Harper, Kupang, Sabtu (6/12/2025). Agenda ini dihadiri Ketua DPRD NTT, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, para pimpinan OPD, staf ahli gubernur, serta perwakilan perbankan.
Pertemuan tersebut digelar sebagai langkah memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
“Pertemuan ini kami gelar untuk memastikan pengendalian inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru berjalan baik, sekaligus memperkuat agenda digitalisasi ekonomi di seluruh daerah,” jelasnya.
Dalam paparannya, Gubernur menyampaikan bahwa inflasi NTT pada November 2025 berada di angka 2,40 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,72 persen. Posisi ini menempatkan NTT sebagai provinsi dengan inflasi terendah ke-10 di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama.
“Stabilitas ini hasil kerja keras bersama lewat 1.338 intervensi pengendalian inflasi sepanjang 2025, mulai dari operasi pasar, pasar murah, hingga pemantauan stok dan distribusi.”
Sektor digitalisasi juga turut mendapat sorotan. NTT kembali meraih penghargaan TP2DD Provinsi Terbaik untuk wilayah Nusa Tenggara–Maluku–Papua selama dua tahun berturut-turut (2024 dan 2025). Dari 22 daerah, 19 telah masuk kategori Pemda Digital.
Gubernur menyebut berbagai inovasi terus didorong, termasuk digitalisasi KKPD, penguatan layanan Pro NTT, serta kebijakan perpajakan daerah. Namun ia mengakui masih terdapat hambatan di lapangan.
“Berbagai inovasi terus berjalan, termasuk digitalisasi KKPD, layanan Pro NTT, dan kebijakan perpajakan daerah. Meski begitu, masih ada tantangan seperti rendahnya minat masyarakat menggunakan layanan digital dan infrastruktur yang belum merata,” ujarnya.
Dirinya, juga menegaskan bahwa pemerintah akan memperkuat kapasitas produksi di semua sektor unggulan daerah, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga pariwisata dan kebudayaan.
“Kita dorong hilirisasi melalui program OVOP, OSOP, dan OCOP, sekaligus mempersiapkan tumbuhnya industri baru pada 2026, termasuk rencana pembangunan pabrik pakan oleh pemerintah pusat,” Tambahnya.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Gubernur mengingatkan seluruh pemangku kepentingan tentang pentingnya menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.
“Menjelang HBKN 2025–2026, saya tegaskan pentingnya menjaga ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, serta daya beli masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, ekonomi NTT bisa tumbuh lebih sehat, stabil, dan berkelanjutan,” katanya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama seluruh instansi terkait untuk memperkuat koordinasi, baik dalam pengendalian inflasi maupun akselerasi digitalisasi ekonomi daerah.***





