Likkuaba.com – Ketua GMNI Cabang Sumba Timur, Noprianus Lay Maramba Djawa, menegaskan bahwa berorganisasi bukan hanya sekadar hadir mengikuti kegiatan, tetapi hadir untuk tumbuh bersama dalam semangat perjuangan. Ia menyampaikan bahwa di GMNI setiap kader memiliki tanggung jawab muril untuk saling menjaga agar langkah organisasi menjadi semakin kuat kedepannya.
“Kader GMNI adalah keluarga. Kita bahu membahu, bukan untuk menjadi yang terbaik sendiri, tetapi untuk maju bersama,” ujar.
Lanjutnya, ia memberikan apresiasi kepada para senior yang selalu mendampingi dan menopang perjalanan kader. Menurutnya, senior bukan hanya pendahulu, tetapi cahaya yang menuntun perjalanan organisasi. Motivasi dari para senior, menjadi energi bagi perjuangan kader GMNI hari ini.
Lebih jauh, ia pun menegaskan bahwa nilai kebersamaan merupakan prinsip yang selalu dijaga oleh organisasi berlambang banteng bermoncong putih.
“Di GMNI kita diajarkan bahwa tidak ada kawan yang tertinggal dan tidak ada perjuangan yang ditinggalkan. Semua kita jalani bersama. Berorganisasi mengajarkan bahwa kekuatan tidak datang dari satu orang, tetapi dari persatuan dan kesediaan untuk saling menguatkan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa saling menjaga adalah bentuk kecintaan terhadap organisasi, dan saling menguatkan menjadi bukti bahwa seluruh kader berada dalam satu ideologi dan satu tujuan. Ia juga menyoroti bahwa GMNI membentuk kader untuk berjuang bersama melalui semangat solidaritas dan gotong royong yang terus dipelihara.
“Ketika lelah, ingatlah bahwa ada senior dan kawan seperjuangan yang siap mendorongmu maju. Kita tidak pernah melangkah sendirian,” ungkapnya.
Dalam penegasannya, Noprianus menyampaikan bahwa kebersamaan adalah fondasi utama yang menguatkan perjuangan GMNI dari masa ke masa.
“Bahu membahu adalah tradisi juang kita. Dari senior ke kader, dari kader ke masa depan. Teruslah bergerak, teruslah mengabdi. Selama kita bersama, GMNI akan selalu menjadi rumah tempat kita kembali dan bertumbuh,” tutupnya.***





