Likkuaba.com– Sembilan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025 dari Universitas Stela Maris Sumba (Unmaris) resmi ditarik setelah menjalani program pengabdian selama empat bulan di Desa Pada Eweta, Kecamatan Wewawa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan penarikan berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025, di Aula Kantor Desa Pada Eweta. Kegiatan dihadiri Kepala Desa Pada Eweta beserta jajaran perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa KKN dari Poltekes Kesehatan Bakti Sumba yang juga melaksanakan program di desa tersebut.
Kepala Desa Pada Eweta, Gregorius Dadongo, menjelaskan bahwa mahasiswa KKN Unmaris bertugas sejak 13 Agustus hingga 17 Desember 2025. Selama empat bulan, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat desa.
“Kegiatan-kegiatan anak kami kurang lebih empat bulan yang pertama itu kegiatan stunting tanggal 19 mereka melakukan kegiatan sampe pada penyuluhan anak-anak gizi buruk yang stunting di desa Pada Eweta setiap posyandu banyak yang mereka buat,” ujar Gregorius.
Menurut Gregorius, mahasiswa juga aktif dalam mendukung pendidikan dari PAUD hingga SD dan SMP, serta meninggalkan berbagai hal positif yang dirasakan oleh anak-anak di sekolah.
“Terbukti tadi ada anak SD yang datang untuk memberikan hadiah dari anak SD,” ungkapnya.
Selain itu, mahasiswa KKN turut mendata jumlah penduduk desa dan menghasilkan beberapa karya kreatif, termasuk gambar di tembok aula desa.
“Mereka mendata penduduk dari satu desa ada gambar di tembok adalah karya mereka adapun ada yang kurang tapi itulah hasil karena adik-adik,” tambahnya.
Gregorius juga menitipkan pesan agar ilmu yang diperoleh mahasiswa selama KKN dapat bermanfaat bagi masa depan mereka.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Samuel Bora Lero, menyampaikan apresiasi kepada kepala desa beserta perangkatnya atas dukungan dan pendampingan selama program berlangsung. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena kurangnya pendampingan dosen terhadap sejumlah kegiatan yang dijalankan mahasiswa selama KKN.
“Ada beberapa kami memang harus kami minta maaf kepada kepala desa, perangkat desa terkait pendampingan kami kurang maksimal karena memang kamu di kejar kegiatan-kegiatan di kampus jadi ada beberapa acara-acara yang di sampaikan mahasiswa kepada kami, kami bukan menghindar jadi kami minta maaf sebesar-besarnya,” ujar Samuel.***







