WAIKABUBAK, LIKKUABA.COM – Mabes Polri menggelar mutasi besar-besaran di jajaran Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak tujuh Kapolres resmi diganti. Salah satu yang paling mencuri perhatian publik adalah pengangkatan AKBP Johanis Nisa Pewali sebagai Kapolres Sumba Barat.
Yang membuat heboh, Johanis Pewali merupakan putra asli Sumba Barat. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, posisi strategis Kapolres diisi oleh figur lokal.
Hal ini langsung menuai reaksi beragam dari masyarakat, terutama warga Sumba Barat yang merasa terwakili.
Baca Juga: Ketua Kelompok Jual Kambing Demi Bayar HOK: Reboisasi SBD Sarat Masalah, APH Diminta Selidiki
Sebelumnya, posisi Kapolres Sumba Barat dipegang oleh AKBP Hendra Dorizen.
Dalam mutasi terbaru, ia digeser untuk menempati jabatan baru sebagai Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS).
Mutasi ini tak hanya berdampak pada Sumba Barat. Sejumlah posisi Kapolres lainnya juga ikut berganti. Berikut daftar lengkap Kapolres yang diganti:
Baca Juga: Tragis! ART Asal NTT Disiksa di Batam, Umbu Rudi: Segera Tangkap dan Adili Majikannya!
- Kapolresta Kupang Kota: Kombes Aldinan RJ Hanter Manurung digantikan oleh Kombes Djoko Lestari, yang sebelumnya bertugas di Badan Intelijen Negara (BIN).
- Kapolres Belu: AKBP I Gede Eka Putra Astawa
- Kapolres Lembata: AKBP Nanang Wahyudi
- Kapolres Sikka: AKBP Bambang Supeno
- Kapolres Manggarai Timur: AKBP Haryanto
Langkah mutasi ini merupakan bagian dari kebijakan penyegaran institusi Polri. Selain sebagai rotasi rutin, mutasi ini juga ditujukan untuk promosi jabatan dan peningkatan efektivitas kinerja di lapangan.
Pengangkatan AKBP Johanis Pewali sebagai Kapolres Sumba Barat dipandang sebagai upaya menghadirkan kepemimpinan yang lebih dekat dengan nilai-nilai lokal.
Baca Juga: Bongkar Data Siluman PPPK! Anggota DPRD SBD Edy Kette Minta 200 Nama Diperiksa Satu per Satu
Dengan latar belakang budaya dan pemahaman wilayah yang kuat, Johanis diyakini mampu menjawab tantangan keamanan dan sosial di Sumba Barat secara lebih humanis dan kontekstual.
Mutasi ini menandai komitmen Polri dalam menyesuaikan struktur organisasi dengan kebutuhan riil di daerah, serta memperkuat pelayanan terhadap masyarakat di wilayah-wilayah strategis seperti NTT. (LA/PN)





