Likkuaba.com – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat sektor peternakan sebagai bagian dari pembangunan ketahanan pangan daerah. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui penyerahan bantuan hibah ternak yang dipimpin langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, bersama Wakil Bupati Dominikus A.R. Kaka.
Acara penyerahan berlangsung di depan Rumah Jabatan Bupati, Desa Redamata, Kota Tambolaka, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (08/12/2025). Momentum ini menjadi langkah lanjutan pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan.
Bantuan hibah ternak tersebut diberikan kepada kelompok-kelompok penerima manfaat yang sebelumnya telah didata melalui program pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menekankan bahwa pengelolaan ternak perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Program ini bukan sekadar bantuan sekali beri, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat. Kami berharap ternak-ternak ini dipelihara dan dikembangbiakkan dengan baik,” pesannya.
Program hibah ternak ini bukan kegiatan tunggal, tetapi bagian dari rangkaian program penguatan pangan yang telah dilakukan sebelumnya. Pada 29 Juli 2025, bantuan serupa diserahkan kepada delapan kelompok di Desa Kadi Wanno, Kecamatan Wewewa Timur.
Selain itu, penyaluran 700 ekor ayam petelur kepada tujuh kelompok tani pada September 2025, serta bantuan bebek untuk mendukung penanganan stunting di Desa Mareda Wuni, pada November 2025, menjadi bagian penting dari strategi pembangunan pangan daerah.
Bupati kembali menggarisbawahi perlunya kelompok penerima memaksimalkan pemanfaatan bantuan ternak yang telah disalurkan oleh pemerintah.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata program pemerintah daerah dalam membangun Sumba Barat Daya yang tangguh, berkarakter, sehat, cerdas, dan berketahanan pangan,” ujarnya Bupati.
Seluruh rangkaian program tersebut selaras dengan visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi lokal melalui sektor pertanian dan peternakan.
Pemerintah berharap ternak yang disalurkan dapat dikembangkan secara mandiri sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga sekaligus mendukung perbaikan gizi masyarakat.***





