Likkuaba.com–Upaya peningkatan standar keselamatan kawasan hunian terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Kali ini, Pemkab SBD menyalurkan bantuan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada 75 warga Kelurahan Weetabula yang menjadi sasaran program penataan kawasan kumuh yang didanai melalui APBN Tahun 2025.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran SBD, Bonefasius Wungo, serta Lurah Weetabula, pada Selasa (13/1).
Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran SBD, Bonefasius Wungo, menjelaskan bahwa pendistribusian APAR merupakan bagian dari langkah pencegahan dini terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman warga.
Menurutnya, APAR memiliki peran penting dalam mengendalikan kebakaran skala kecil sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. Karena itu, ia berharap masyarakat tidak hanya menerima bantuan secara fisik, tetapi juga memahami tata cara penggunaan alat tersebut dengan benar.
“APAR ini diharapkan dapat menjadi perlindungan awal bagi warga. Pemahaman teknis penggunaannya sangat penting agar risiko kebakaran dapat ditekan sejak dini,” ujar Bonefasius.
Sementara itu, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, menegaskan bahwa penyediaan sarana keselamatan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa pembangunan kawasan permukiman tidak hanya berfokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga pada perlindungan dan keamanan penghuninya.
“Pemerintah hadir melalui berbagai intervensi, mulai dari pembangunan rumah layak huni, perbaikan sanitasi, hingga penguatan infrastruktur lingkungan. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Bantuan yang diberikan harus dijaga dan dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ratu Wulla juga meninjau langsung progres pembangunan rumah layak huni di kawasan Weetabula yang saat ini telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.
Ia pun menginstruksikan seluruh pihak terkait agar segera menuntaskan sisa pekerjaan, sehingga rumah-rumah tersebut dapat segera ditempati oleh warga.
“Saya minta pembangunan ini diselesaikan sepenuhnya paling lambat bulan Februari. Tidak boleh ada pekerjaan yang tertunda, karena masyarakat sangat menantikan hunian yang layak, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Program ini menegaskan komitmen jangka panjang Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dalam menata kawasan kumuh menjadi lingkungan hunian yang sehat, tertib, serta memiliki ketangguhan terhadap berbagai potensi bencana.***






