Likkuaba.com – Dua kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi D-IV Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Poltekes Kesehatan Bakti Sumba resmi ditempatkan di Desa Eweta dan Desa Mareda Kalada, Kecamatan Wewewa Timur, Jumat (12/12/2025). Kegiatan KKN ini menjadi langkah awal kampus poltekes kesehatan bakti sumba dalam mendorong peningkatan kesehatan masyarakat di dua desa tersebut.
Penyerahan mahasiswa KKN ini dilakukan di Aula Kantor Camat Wewewa Timur, Desa Kalembu Dara Mane, Kecamatan wewawa Timur, kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, NTT.
Acara ini dihadiri jajaran pemerintah kecamatan wewawa Timur, kepala Desa pada eweta, Perangkat Desa Mareda Kalada, Direktur Poltekes Kesehatan Bakti Sumba, Ketua Prodi D-IV MIK, serta dosen pembimbing lapangan (DPL).
Direktur Poltekes Kesehatan Bakti Sumba, Ardiansyah, S.KM., M.Gizi, dalam sambutannya menekankan pentingnya dukungan pemerintah desa untuk kelancaran pelaksanaan KKN. Ia menyatakan bahwa keberhasilan mahasiswa di lapangan sangat ditentukan oleh kerja sama dengan masyarakat.
“Saya selaku pimpinan Poltekes Kesehatan Bakti Sumba, saya berharap kegiatan KKN ini dapat berjalan lancar. Kami mohon bimbingan dan arahannya selama mahasiswa kami bekerja di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa yang telah menyediakan fasilitas bagi mahasiswa selama berada di lokasi.
“Terima kasih telah menyediakan tempat bagi anak-anak kami. Mohon maaf apabila kehadiran mereka nantinya merepotkan,” ungkapnya.
Perwakilan pemerintah Kecamatan Wewewa Timur, Martinus Dappa, dalam sambutanya mengapresiasi penempatan mahasiswa KKN di wilayahnya. Ia menilai kehadiran mahasiswa sejalan dengan kebutuhan desa, khususnya terkait persoalan kesehatan.
“Memang kenyataannya banyak program terutama di bidang kesehatan yang kami rasakan di desa, masalah stunting. Besar harapan kami dengan kehadiran mahasiswa KKN ini berdampak,” katanya.
perangkat desa mareda kalada, Mariana Kallu, dalam sambutannya menilai kegiatan KKN sebagai kesempatan kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi dan desa. Ia menyambut hangat kehadiran mahasiswa.
“Terima kasih yang telah memilih dua desa ini untuk menitipkan mahasiswa KKN bekerja sama dengan dua desa menjadi sasaran. Kami ucapkan terima kasih, selamat datang buat adik-adik mahasiswa KKN,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu menyesuaikan diri dengan karakter masyarakat yang beragam di lapangan.
“Kita belum atau orang kita temui orang akan kita jumpai di lapangan berbaur dengan masyarakat yang berada-beda karakter tindakan sehingga anak-anakku sekalian tinggal menyesuaikan diri,” katanya lagi.
Kepala Desa Pada Eweta, Gregorius Dadongo, dalam sambutannya turut mengingatkan mahasiswa KKN agar menjaga sikap selama tinggal di desa.
“Watak dan karakteristik kita dari Wejewa cukup keras jadi lewat kesempatan ini mari kita saling mengingatkan supaya kita mengindari hal-hal yang kita tidak inginkan bersama,” ujarnya.
Ia juga berharap mahasiswa dapat mengamati langsung kondisi masyarakat dan membantu dalam persoalan kesehatan, terutama stunting.
Ketua Prodi D-IV MIK, Lourensiana Y. S. Ngaga, S.KM., M.Kes., kemudian menjelaskan teknis pelaksanaan KKN, termasuk jumlah peserta dan mekanisme monitoring oleh dosen pembimbing.
“Jumlah mahasiswa KKN Ada 22 orang dengan waktu satu bulan jadi sekaligus dosen pembimbingnya itu ada 5 orang jadi nanti kita pergantian untuk monitoring di lapangan bisa kita tidak tidak turun semua kita bagi dua jadi setiap Minggu kita akan Monev,” jelasnya ketua kaprodi.
Melalui pelaksanaan KKN di dua desa tersebut, pihak kampus berharap mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga mampu berkontribusi dan menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.***






