Likkuaba.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pandangan Indonesia dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss. Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ekonomi dunia tersebut disebut sebagai sebuah kehormatan, sekaligus momentum untuk memperkuat dialog global.
WEF 2026 mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, yang menekankan pentingnya dialog terbuka dan kolaboratif di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah capaian strategis Indonesia, khususnya dalam memperkuat posisi perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia dirancang dan dikalibrasi secara cermat, terukur, serta berpihak pada kepentingan rakyat, sehingga mampu membangun fondasi ekonomi yang semakin kuat dan inklusif.
Selain itu, Presiden juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program-program prioritas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Puluhan juta rakyat Indonesia, menurutnya, telah merasakan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di sektor pendidikan, pemerintah memperkuat sarana pembelajaran melalui penyaluran ratusan ribu papan interaktif digital serta pendirian Sekolah Rakyat. Sementara di tingkat desa, pembentukan puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkelanjutan. Seluruh langkah tersebut berjalan seiring dengan capaian Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi.
Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, kuat, dan demokratis, memutus mata rantai kemiskinan, serta memastikan kesempatan yang setara bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Upaya ini terus kami gerakkan untuk membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan dan stabil, sekaligus membuka ruang investasi yang lebih luas demi mendorong kesejahteraan bangsa. Indonesia siap menjadi mitra yang dapat dipercaya dan berkontribusi aktif bagi kemajuan dunia,” tegas Presiden.
Dirinya juga menegaskan bahwa dialog dan kerja sama internasional merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan dunia saat ini.***





