Likkuaba.com – Warga Tambagha bersama para pemuda Desa Persiapan oleh Milla, Desa pemekar dari Desa Weekombak, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, memilih bergerak sendiri memperbaiki jalan pengarasan yang rusak parah. Tanpa menunggu bantuan pemerintah, mereka bergotong royong demi menjawab kebutuhan mendesak masyarakat tambagha.
Selama ini, kondisi jalan tersebut benar-benar menyulitkan aktivitas warga. Jalan yang rusak, licin, serta memiliki tanjakan tajam membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kerap kesulitan melintas jalan tersebut.
Masalah infrastruktur ini juga berdampak langsung pada perekonomian warga. Hasil kebun dan produk lokal sulit diangkut ke pasar. Waktu tempuh menjadi lebih lama, biaya transportasi meningkat, dan risiko kerusakan barang tak dapat dihindari.
Ironisnya, akses menuju layanan kesehatan turut terganggu. Saat terjadi kondisi darurat saat warga sakit atau ibu hamil yang hendak melahirkan tengah-tengah malam, perjalanan menuju fasilitas kesehatan sering terhambat akibat jalan yang tidak layak dilalui. Situasi ini membuat kondisi darurat menjadi semakin berisiko di masa yang akan datang.
Tak hanya persoalan jalan, warga Tambagha juga masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik yang belum memadai. Kondisi tersebut menambah berat tantangan hidup masyarakat, terutama bagi generasi muda yang membutuhkan akses energi dan informasi.
Perlu diketahui, jalan yang diperbaiki secara swadaya ini merupakan akses terdekat menuju Gereja Stasi Sang Penebus Tambagha, yang menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat tambagha.
Salah satu pemuda Tambagha, Eduardus Laka, SH, turut menyayangkan kondisi infrastruktur yang dialami masyarakat. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, ia menyampaikan keprihatinan sekaligus refleksi pribadi.
“Mereka rela mengorbankan diri untuk memperbaiki jalan ini. Semoga di tahun 2026 semakin banyak orang yang melintas di jalan ini. Dulu, sebelum saya menjadi sopir, saya pernah berjanji akan memperbaiki jalan ini. Sekarang saya sudah menjadi sopir, tetapi sempat melupakan janji itu. Saat ini, saya memilih untuk membenahi diri saya terlebih dahulu,” tulis Eduardus dalam akun Facebook pribadinya.
Melalui aksi ini, warga Tambagha dan para pemuda Desa Persiapan Oleh Milla tidak hanya memperbaiki akses jalan, tetapi juga mereka menunjukkan bahwa semangat gotong royong, kepedulian, dan kemandirian masih hidup kuat, terutama di tangan generasi muda meski di tengah berbagai keterbatasan.***





