Tragedi Senin Berdarah di Dinas P dan K SBD, Oknum Guru Tikam Pegawai! Ada Apa di Balik Semua Ini?

oleh
Emanuel K. Sukardana
Pelaku, Emanuel K. Sukardana. (Likku Aba/Dok. Ist)

TAMBOLAKA, LIKKUABA.COM – Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak heboh.

Suasana tenang di hari Senin (16/6/2025) mendadak berubah mencekam ketika seorang oknum guru berinisial YD yang juga dikenal sebagai operator Dana BOS, secara membabi buta menikam seorang pegawai dinas hingga bersimbah darah.

Korban diketahui bernama Aloysius Lede Bora, menjabat sebagai Kasie Kurikulum pada Bidang Sekolah Dasar.

Penikaman terjadi di siang bolong, tepat di dalam kantor Dinas Pendidikan SBD, yang terletak di kawasan Kadul.

Baca Juga:

Aipda PS Dibawa ke Polda NTT! Diduga Lecehkan Korban Pemerkosaan di Polsek

Korban langsung dilarikan ke RSUD Reda Mbolo menggunakan ambulans untuk mendapat perawatan intensif.

Informasi yang dihimpun Likkuaba.com, pelaku bernama lengkap Emanuel K. Sukardana (25), guru SD asal Ilhaloko, Desa Mangganipi, Kecamatan Kodi Utara.

Dalam pengakuannya kepada penyidik Polres SBD, ia mengaku nekat melakukan aksi tersebut lantaran merasa kecewa dan emosi karena berkas pengajuan Dana BOS miliknya diduga dipersulit oleh pihak dinas.

“Saya sudah lengkapi semua syarat, tapi minta surat rekomendasi tidak dikasih. Saya kecewa, saya dua kali tikam,” ungkap pelaku tanpa ragu saat diperiksa polisi.

Baca Juga:

Setelah Hina Wartawan, Terkuak Bisnis Wisata Yusuf Bora di Atas Pasir Pantai

Saksi mata menyebutkan suasana di kantor Dinas Pendidikan saat kejadian sangat mencekam. Beberapa pegawai berteriak histeris dan langsung berusaha menolong korban.

Pelaku sempat diamankan oleh rekan-rekan sesama PNS sebelum akhirnya dijemput aparat kepolisian.

Kejadian ini menyita perhatian publik dan memunculkan pertanyaan besar: Ada apa di balik proses pencairan Dana BOS di SBD? Apakah benar sistemnya terlalu berbelit hingga membuat pelaku kehilangan kesabaran? Ataukah ini hanya luapan emosi sesaat?

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku.

Baca Juga:

Miris! Korban Pemerkosaan Malah Dilecehkan Oknum Polisi, Kapolres SBD: Kami Mohon Maaf

Sementara korban dilaporkan dalam kondisi kritis namun stabil. Kepala Dinas Pendidikan SBD belum memberikan keterangan resmi terkait insiden berdarah ini.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan dalam pengelolaan Dana BOS di Sumba Barat Daya yang selama ini sering dikeluhkan banyak pihak.

Publik pun menanti, apakah kejadian ini akan membuka tabir dugaan birokrasi rumit dan kurang transparan di tubuh dinas tersebut? (LA/PN)

No More Posts Available.

No more pages to load.