TAMBOLAKA, LIKKUABA.COM – Suasana haru dan penuh semangat mewarnai acara peresmian Kapela Rumah Budaya di Sumba, ketika Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan Rangga Kaka, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya kolaborasi antara gereja dan pemerintah demi masa depan Sumba.
Angga Kaka mengungkapkan kekagumannya terhadap Pater Robert Ra Mone, imam Katolik yang telah membaktikan hidupnya selama 40 tahun untuk melayani masyarakat Sumba.
Menurutnya, meskipun Pater Robert tidak memiliki anak kandung, pengaruh dan dedikasinya telah melahirkan banyak anak ideologis.
“Jujur saja, Pater Robert mungkin tidak punya anak biologis, tapi anak ideologisnya pasti banyak. Dan di tempat ini, saya juga berharap, sebagai Wakil Bupati, saya ingin menjadi salah satu dari anak ideologis beliau,” ujar Angga Kaka.
Baca Juga: ‘Sumba Pulau Terindah, Tapi Kami Hidup dalam Gelap’: Suara Jujur Pater Robert Mengguncang Hati
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para tokoh gereja, pejabat daerah, dan tamu undangan dari berbagai kalangan.
Angga Kaka menekankan bahwa ia ingin mengambil bagian dalam misi besar membangun Sumba Barat Daya dari ujung barat pulau, sesuai dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan itu, ia juga menggarisbawahi sejumlah tantangan krusial yang dihadapi daerahnya. Salah satunya adalah masalah listrik yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.
“Kita masih defisit daya. Maka kita perlu kerjasama lintas wilayah, lintas instansi,” katanya.
Baca Juga: Mutasi Besar di Polda NTT! 7 Kapolres Diganti, Putra Sumba Barat Pimpin Polres Sendiri
Ia juga menyinggung persoalan stunting yang masih tinggi di SBD, serta dampak kemajuan teknologi yang belum seluruhnya memberi manfaat positif, terutama bagi generasi muda.
“Teknologi itu seperti dua mata pisau. Kita harus siapkan mereka agar kuat menghadapi zaman,” ujarnya.
Angga Kaka tak menampik bahwa di media sosial, banyak yang mengapresiasi kinerja pemerintah SBD.
Namun, ia mengajak semua pihak untuk tetap rendah hati dan fokus pada pekerjaan nyata, khususnya di desa-desa yang masih memerlukan sentuhan pembangunan.
Baca Juga: Ketua Kelompok Jual Kambing Demi Bayar HOK: Reboisasi SBD Sarat Masalah, APH Diminta Selidiki
“Tagline kami: membangun desa, menata kota. Tapi tantangan di lapangan tidak kecil. Oleh karena itu kami sangat butuh dukungan dari semua pihak, termasuk gereja,” tegasnya.
Momen emosional terjadi ketika Angga Kaka membagikan cerita pribadinya tentang pesan dari Uskup saat ia menikah: agar kelak ada satu anaknya yang dipersembahkan menjadi imam.
“Anak saya yang satu hitam, satu putih. Kalau yang hitam jadi imam, semoga dia ikut jejak Bapak Uskup. Kalau yang putih, semoga ikut jejak Pater Robert,” ungkapnya sambil tersenyum.
Angga Kaka juga memberikan apresiasi tinggi atas berdirinya Kapela di tengah Rumah Budaya Sumba, yang menurutnya bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol keterpaduan antara iman dan budaya.
Baca Juga: Tragis! ART Asal NTT Disiksa di Batam, Umbu Rudi: Segera Tangkap dan Adili Majikannya!
Ia berharap rumah budaya ini menjadi cahaya yang menuntun arah pembangunan pariwisata dan karakter masyarakat Sumba ke depan.
“Selamat kepada Pater Robert dan seluruh imam yang telah mengabdi di tanah Marapu. Kapela ini adalah simbol harapan. Semoga terang dari tempat ini menyinari seluruh Sumba,” tutupnya.***





