Likkuaba.com – Di tengah derasnya arus hubungan modern, cinta kerap disederhanakan menjadi sekadar ketertarikan. Hal-hal yang menarik mata sering dianggap cukup untuk membangun kedekatan, seolah penampilan, gaya, dan kesan awal mampu menjamin ketahanan sebuah hubungan. Padahal, apa yang hari ini tampak memikat dapat dengan mudah kehilangan pesonanya ketika waktu bergerak dan keadaan berubah.
Hubungan yang bertumpu semata pada pandangan cenderung rapuh. Ia berdiri di atas hal-hal yang tidak menetap rupa yang menua, status yang bisa bergeser, serta kesan yang mudah tergantikan. Ketika perubahan datang, fondasi itu pun perlahan retak, lalu runtuh.
Cinta yang tumbuh dari hati bekerja dengan cara yang berbeda. Ia tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses mengenal, memahami, dan menerima. Seseorang tidak lagi dinilai dari apa yang tampak di luar, tetapi dari rasa aman yang dihadirkan, kejujuran yang dijaga, serta ketenangan yang dirawat dalam kebersamaan.
Cinta semacam ini tidak sibuk membandingkan. Ia tidak menuntut kesempurnaan, melainkan mencari keselarasan. Keindahannya justru terletak pada keberanian menerima perbedaan, menghadapi kekurangan, dan tetap memilih berjalan bersama, bahkan ketika keadaan tidak selalu ideal.
Secara sederhana, mata mencintai yang sementara, sementara hati mencintai yang esensial. Penampilan akan berubah dan situasi akan bergeser, tetapi nilai-nilai yang dihidupi bersama dapat tumbuh dan menguat seiring waktu. Cinta yang berakar di hati tidak bergantung pada situasi, melainkan pada komitmen yang terus dirawat.
Tak sedikit hubungan hari ini berakhir bukan karena cinta benar-benar menghilang, melainkan karena cinta diletakkan di atas fondasi yang keliru. Ketika cinta hanya bertumpu pada rupa, status, atau ekspektasi, ia mudah goyah saat kenyataan tidak lagi sejalan dengan harapan.
Sebaliknya, cinta yang lahir dari hati memiliki daya tahan. Ia sanggup melewati perbedaan, kesalahan, dan berbagai ujian hidup. Cinta ini hidup dari kesetiaan, kepercayaan, serta kemauan untuk saling menjaga.
Mencintai seseorang dengan hati berarti memilih untuk bertahan, bukan sekadar tertarik. Setia bukan karena tidak ada pilihan lain, melainkan karena hati telah menemukan makna yang layak dipertahankan.***





