WAIKABUBAK, LIKKUABA.COM – Harapan baru bagi kebersihan dan lingkungan hidup di Kota Waikabubak mulai menampakkan hasil. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menargetkan bulan Agustus 2025 sebagai titik awal pelaksanaan program pemilahan dan daur ulang sampah kota.
Program ini merupakan bagian dari visi besar BERSERI (Bersih, Sehat, Rapi, Indah) yang telah digaungkan sejak periode pertama kepemimpinan Bupati Yohanis Dade, SH dan kini diteruskan dengan komitmen yang sama bersama Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga, S.Sos.
Dalam keterangannya saat menghadiri sosialisasi Adiwiyata di Kantor Camat Kota Waikabubak pada 28 Mei 2025 lalu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumba Barat, Melkianus Lede Ubu Lege, SE, menyampaikan bahwa saat ini proses persiapan sudah masuk tahap akhir.
“Selama ini kita hanya memindahkan sampah dari kota ke TPA di Weedabo. Tapi itu belum solusi. Mulai Agustus nanti, sampah akan dipilah dan didaur ulang. Plastik dan kertas bisa kita olah jadi bahan bangunan seperti paving block,” jelasnya optimis.
Menurut DLH, pemilahan sampah akan dilakukan dari sumbernya, yakni rumah tangga dan pelaku usaha. Warga akan diberi edukasi dan fasilitas berupa tempat sampah terpilah. Nantinya, sampah organik akan dimanfaatkan untuk kompos, sedangkan sampah anorganik akan masuk ke proses daur ulang.
“Kami akan kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Satpol PP untuk pengawasan kawasan pasar dan fasilitas umum,” tambahnya.
Langkah ini disambut positif oleh berbagai kalangan. Terutama mengingat banyaknya keluhan soal sampah berserakan di area Pasar Minggu dan titik-titik keramaian lain di pusat kota.
“Kalau benar bisa mulai Agustus, kami dukung. Apalagi kalau hasil daur ulangnya bisa dipakai lagi di jalan atau trotoar,” ujar Pak Damianus, warga Kelurahan Wailiang.
Program daur ulang ini juga dinilai akan membuka peluang ekonomi baru, seperti unit usaha daur ulang lokal dan tenaga kerja pengelola sampah. Pemerintah menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pencitraan, tapi bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Sebagai penutup, Kadis LH menyampaikan harapannya: “BERSERI bukan hanya slogan. Ini tanggung jawab kita semua. Mari buktikan bahwa Waikabubak bisa jadi kota yang bersih dan memberi contoh di NTT.”
Apakah warga siap mendukung? Agustus akan jadi momen pembuktian. Dan semoga, paving hasil daur ulang segera menghiasi jalan-jalan kota tercinta. (LA/AW)

