TAMBOLAKA, LIKKUABA.COM – Pihak kepolisian akhirnya memberikan titik terang terkait kasus pembunuhan Gregorius Besu atau Goris, pemuda asal Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ditemukan tewas pada 5 Juni 2024 di perbatasan Desa Weepangali dan Desa Lombu.
Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, AKP I Ketut Rai Artika, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi dua nama terduga pelaku dalam kasus tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini tim kepolisian tengah fokus melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap saksi-saksi, termasuk anak dari korban.
Baca Juga: Lima Bulan Kasus BRILink Cendana Wangi Gantung di Polres SBD, Netizen: Lapor Saja ke Kodim!
“Sudah ada dua nama yang terindikasi menjadi terduga pelaku. Tapi kita pelan-pelan. Saat ini kita baru mau lakukan pemeriksaan terhadap anak korban. Saya minta masyarakat bersabar,” ujar AKP Ketut Rai saat ditemui pada Senin (4/8/2025).
Menurutnya, kasus ini sebelumnya ditangani oleh Polsek Wewewa Timur. Namun kini, penyidikan telah diambil alih oleh Satreskrim Polres SBD.
Bahkan, Kapolres telah membentuk tim khusus gabungan guna mempercepat proses pengungkapan kasus yang menyita perhatian publik ini.
“Pak Kapolres sudah bentuk tim gabungan. Kita terus rapatkan barisan dan mendalami semua informasi yang masuk. Intinya, kita komitmen akan ungkap pelaku,” tegasnya.
Kasus pembunuhan Goris Besu selama ini menuai sorotan luas, termasuk dari kalangan keluarga, masyarakat, hingga anggota DPRD setempat.
Pasalnya, sudah lebih dari satu tahun berlalu sejak peristiwa nahas tersebut terjadi, namun belum ada pelaku yang diproses secara hukum.
Baca Juga: Kasus Dugaan Dana Nasabah BNI Disedot, Polisi Benarkan Laporan, Pemilik BRILink: Kami Siap Diperiksa
Goris ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di jalan umum, saat hari mulai terang dan sejumlah anak sekolah melintas. Barang-barang milik korban seperti jaket dan telepon seluler sempat ditemukan di lokasi kejadian, namun proses penyidikan dinilai lamban oleh publik.
Kini dengan pernyataan terbaru dari pihak kepolisian, keluarga dan masyarakat menaruh harapan besar agar keadilan segera ditegakkan.
“Kita harap ke depan bisa segera diumumkan siapa pelakunya. Masyarakat butuh kejelasan,” kata salah satu warga setempat. (LA/PN)





