Barang Milik Anggota GMNI Sumba Barat Hilang di Sekretariat, Diduga Dicuri Saat Anggota Tertidur Sejumlah barang milik anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumba Barat dilaporkan hilang dari sekretariat gmni cabang bumba barat pada Sabtu pagi. Kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.15 WITA Sabtu 15 November 2025. ketika para anggota yang tidur di dalam kamar sekretariat terbangun dan menyadari barang-barang mereka sudah tidak berada di tempat semula. Menurut penuturan anggota aktif GMNI, yakni Bung Aldi, Bung Yakub, dan Adi Andries, barang-barang tersebut masih terlihat lengkap pada malam sebelumnya saat mereka beraktivitas di dalam kamar. Sekitar pukul 01.00 WITA, mereka kemudian tidur dan tidak melihat adanya hal mencurigakan. Di saat mereka bangun pada pukul 09.00 WITA, tiga unit handphone dan beberapa barang lainnya telah hilang. Ketiga handphone itu tidak dapat dihubungi, sehingga memperkuat dugaan bahwa pencurian terjadi saat para anggota terlelap dan pelaku memanfaatkan situasi ruangan yang tidak terawasi. Anehnya, di sekitar sekretariat menemukan sejumlah barang berserakan di samping bangunan. Barang-barang tersebut diduga dibuang oleh pelaku setelah mengambil barang yang dianggap memiliki nilai lebih tinggi. Hal ini menguatkan dugaan mereka bahwa pelaku masuk ke sekretariat saat penghuni sedang tertidur, kemudian membawa keluar barang-barang tersebut melalui area samping bangunan. Barang-barang yang hilang antara lain: Tiga unit handphone: Vivo Y19, Vivo P21, dan Redmi 12 Satu buah parang ulu Karisa Satu tas berisi berkas-berkas penting kampus Ketua DPC GMNI Sumba Barat, Astriana Lalu Genya, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sumba Barat pada pukul 09.30 WITA. “Jam 9.30 kami ke Polres laporkan dan sekarang sedang dicari. Polres juga sempat ke lokasi untuk olah TKP,”tulisnya melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi media likkuaba.com, Sabtu 15 November 2025. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lanjutan dari pihak Kepolisian Resor Sumba Barat mengenai perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

oleh

Sumba Barat, Likkuaba – Sejumlah barang milik anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumba Barat dilaporkan hilang dari sekretariat gmni cabang bumba barat pada Sabtu pagi. Kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.15 WITA Sabtu 15 November 2025. ketika para anggota yang tidur di dalam kamar sekretariat terbangun dan menyadari barang-barang mereka sudah tidak berada di tempat semula.

Menurut penuturan anggota aktif GMNI, yakni Bung Aldi, Bung Yakub, dan Adi Andries, barang-barang tersebut masih terlihat lengkap pada malam sebelumnya saat mereka beraktivitas di dalam kamar. Sekitar pukul 01.00 WITA, mereka kemudian tidur dan tidak melihat adanya hal mencurigakan.

Di saat mereka bangun pada pukul 09.00 WITA, tiga unit handphone dan beberapa barang lainnya telah hilang. Ketiga handphone itu tidak dapat dihubungi, sehingga memperkuat dugaan bahwa pencurian terjadi saat para anggota terlelap dan pelaku memanfaatkan situasi ruangan yang tidak terawasi.

Anehnya, di sekitar sekretariat menemukan sejumlah barang berserakan di samping bangunan. Barang-barang tersebut diduga dibuang oleh pelaku setelah mengambil barang yang dianggap memiliki nilai lebih tinggi.

Hal ini menguatkan dugaan mereka bahwa pelaku masuk ke sekretariat saat penghuni sedang tertidur, kemudian membawa keluar barang-barang tersebut melalui area samping bangunan.

Barang-barang yang hilang antara lain:

Tiga unit handphone: Vivo Y19, Vivo P21, dan Redmi 12
Satu buah parang ulu Karisa
Satu tas berisi berkas-berkas penting kampus

Ketua DPC GMNI Sumba Barat, Astriana Lalu Genya, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sumba Barat pada pukul 09.30 WITA.

“Jam 9.30 kami ke Polres laporkan dan sekarang sedang dicari. Polres juga sempat ke lokasi untuk olah TKP,”tulisnya melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi media likkuaba.com, Sabtu 15 November 2025.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lanjutan dari pihak Kepolisian Resor Sumba Barat mengenai perkembangan penyelidikan kasus tersebut.***

No More Posts Available.

No more pages to load.