Begini Liburan Melkianus Lubalu, Bersama Sien Wadoe, Wisata Spiritual hingga Selfie di KLCC

oleh

TAMBOLAKA, LIKKABA.COM – Direktur Utama PT Bumi Indah Group, Melkianus Lubalu,bersama istri Sien Wadoe serta Keluarga tengah menikmati masa istirahatnya dengan melakukan perjalanan liburan panjang di Kuala Lumpur, Singapore.

Sosok pengusaha dermawan asal Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT) ini terlihat mengunjungi sejumlah tempat ibadah dan situs religi ternama di negeri berlambang Singa.

Tak hanya itu, ia juga menyempatkan diri mampir ke landmark ikonik, Menara Kembar Petronas atau KLCC.

Baca Juga: Viral! Motor Imam Katolik Hilang di Tambolaka, Warna Sudah Diubah Saat Ditemukan

“Saya hanya ingin menenangkan hati, mendekatkan diri pada Tuhan, dan bersyukur atas semua yang sudah saya jalani,” ungkap Melkianus, Kamis (11/7/2025).

Perjalanan ini, menurut Melkianus, bukan semata soal jalan-jalan. Lebih dari itu, ini adalah ziarah batin untuk mengisi hari-hari masa tuanya dengan hal-hal yang lebih rohani dan bermakna.

Ia memulai kunjungan dari gereja-gereja tua di Kuala Lumpur, lalu menyusuri tempat-tempat sakral yang menjadi simbol toleransi.

Baca Juga: Pengaruh Tradisi Belis pada Kesejahteraan Mental Perempuan dalam Pernikahan Adat Sumba

Setelah itu, ia menyempatkan diri berfoto di depan Menara Kembar Petronas, sebagai simbol pencapaian dan harapan baru.

“Tuhan telah izinkan saya mencapai banyak hal. Saatnya saya memberi kembali dengan hati yang damai,” ujarnya.

Melkianus Lubalu selama ini dikenal sebagai figur dermawan di tanah kelahirannya, Sumba. Ia aktif dalam kegiatan sosial seperti menambal jalan rusak, membantu korban bencana, dan memberikan santunan bagi fakir miskin.

Baca Juga: Wisuda STIPAS Kupang Dihadiri Gubernur NTT, Mayoritas Lulusan Perempuan Siap Jadi Pendidik Hebat

Warga SBD menilai Melkianus bukan hanya sukses secara materi, tetapi juga kaya hati. Tak heran, aktivitasnya di luar negeri pun tetap menarik perhatian banyak pihak.

“Pak Melki atau Ongko Ming itu teladan. Sekarang pun saat jalan-jalan, tetap membawa nilai rohani,” kata Yosep, warga Sumba yang mengikuti kegiatannya lewat unggahan digital.

Perjalanan ini membuktikan bahwa sukses bukan hanya soal harta, tetapi juga bagaimana menikmati hidup dengan kesadaran spiritual dan sosial yang tinggi. (LA/PN)

No More Posts Available.

No more pages to load.