TAMBOLAKA, LIKKUABA.COM – BPJS Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kampus Politeknik Kesehatan Bakti Sumba (PKBS), Jumat (8/8/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus PKBS di Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari tiga program studi, yakni D-IV Manajemen Informasi Kesehatan, D-IV Gizi Klinis, dan D-III Farmasi.
Dalam sosialisasi tersebut, BPJS Kesehatan memberikan pemaparan mengenai manfaat keikutsertaan dalam program JKN, alur pelayanan kesehatan, serta pentingnya peran BPJS Kesehatan dalam menjamin akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Polisi Soal Kasus Pembunuhan Goris Besu di Sumba Barat Daya: Sudah Kantongi Dua Terduga Pelaku
Kepala BPJS Kesehatan SBD, Bimo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas literasi kesehatan, khususnya di kalangan mahasiswa yang kelak akan menjadi tenaga kesehatan.
“Kami memberikan informasi lanjutan tidak hanya tentang JKN, tapi juga memperkenalkan layanan digital Aplikasi PANDAWA, agar masyarakat dapat mengakses layanan administrasi BPJS dengan mudah dan cepat tanpa perlu datang langsung ke kantor,” ujar Bimo.
Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian menarik dalam kegiatan tersebut. Para mahasiswa tampak antusias, dan setiap peserta yang mengajukan pertanyaan mendapatkan hadiah berupa gelas sebagai bentuk apresiasi, yang turut menciptakan suasana interaktif dan menyenangkan.
Baca Juga: Lima Bulan Kasus BRILink Cendana Wangi Gantung di Polres SBD, Netizen: Lapor Saja ke Kodim!
Menurut Bimo, generasi muda, khususnya mahasiswa di bidang kesehatan, memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi terkait program JKN dan pentingnya perlindungan kesehatan melalui sistem jaminan sosial nasional.
Kerja sama antara BPJS Kesehatan dan PKBS ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi edukatif dalam mendorong kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam program JKN. (LA/KT)






