Cintai ujianmu, di balik kesulitan, selalu ada kekuatan yang baru sedang bertumbuh

oleh

Oleh: Arfandi Kalego, kader GMNI cabang Sumba Barat

 

Likkuaba.com – Kata-kata ini mengingatkan kita bahwa ujian bukanlah hukuman, tapi kesempatan untuk belajar dan tumbuh.

Bayangkan kamu sedang berada di tengah badai, ombak besar menghantam kapalmu. Tapi, di tengah badai itu, ada kekuatan yang membuat kapalmu lebih kuat, lebih tahan. Ujian adalah badai itu, tapi kita bisa memilih untuk menjadi kapal yang kuat atau kapal yang hancur.

Kita semua memiliki kekuatan dalam diri kita, tapi seringkali kita tidak menyadarinya sampai kita dihadapkan pada ujian. Ujian itu seperti api yang membakar, tapi api itu juga yang membuat kita menjadi lebih kuat, lebih tahan. Api itu membakar kelemahan kita, menghilangkan ketakutan kita, dan membuat kita menjadi lebih percaya diri.

Tapi, bagaimana kita bisa mencintai ujian? Bagaimana kita bisa melihat ujian sebagai kesempatan untuk tumbuh? Pertama, kita harus mengubah cara kita berpikir. Kita harus melihat ujian sebagai kesempatan untuk belajar, bukan sebagai hukuman. Kita harus percaya bahwa kita bisa melewati ujian itu, dan bahwa kita akan menjadi lebih kuat setelah itu.

Kedua, kita harus memiliki iman yang kuat. Kita harus percaya bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari kita, yang membantu kita melewati ujian. Kita harus percaya bahwa kita tidak sendirian, dan bahwa ada orang-orang yang peduli dengan kita.

Ketiga, kita harus memiliki kesabaran. Ujian tidak akan berakhir dalam sehari, tapi kita harus terus berjuang. Kita harus terus maju, walaupun langkah kita kecil. Kita harus terus berharap, walaupun harapan kita kecil.

Jadi, mari kita cintai ujian kita. Mari kita lihat ujian sebagai kesempatan untuk tumbuh, untuk menjadi lebih kuat. Karena di balik kesulitan, ada kekuatan baru yang tumbuh.***

 

No More Posts Available.

No more pages to load.