Festival Seni Budaya dan Bazar UMKM Sumba Barat Dibuka Sekda Sumba Barat

oleh

WAIKABUBAK, LIKKU ABA – Festival Seni Budaya Sumba Barat Spesial Antar Pelajar dengan tema “Pelajar Berkarya, Budaya Terjaga” resmi digelar pada 16–20 Oktober 2025. Kegiatan ini diawali dengan Parade Budaya dan Marching Band tingkat SD, SMP, dan SMA yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat, Weekarou, Waikabubak, NTT, Kamis (16/10/2025).

Usai parade, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Barat, Yermias Ndapa Doda, S.Sos, secara resmi membuka Festival Seni Budaya dan Bazar UMKM Sumba Barat, mewakili Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH yang sedang bertugas ke luar daerah.

Turut hadir dalam acara pembukaan antara lain Dandim 1613 Sumba Barat Kol. Inf. Ignasius Hali Sogen, SE., M.Han, Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, S.S., M.H, Kadis Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Samuel Dato Mesa, S.Sos, sejumlah anggota DPRD Sumba Barat, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 18 Dim 1613 Sumba Barat Ibu Natalia Maria Christine Rumengan, para kepala sekolah, serta undangan lainnya.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekda, Bupati Sumba Barat menyampaikan rasa bangga karena masyarakat Sumba Barat masih setia melestarikan adat dan budaya warisan leluhur, di tengah pesatnya perkembangan zaman. Hal ini tampak dari antusiasme masyarakat yang tampil dengan busana tenun khas Sumba serta parade budaya yang mempesona.

“Seni dan budaya merupakan kekayaan yang sangat bernilai bagi masyarakat Sumba Barat,” demikian pesan bupati.

Ia juga menegaskan bahwa daerah ini memiliki potensi pariwisata yang mencakup wisata alam, budaya, serta berbagai event lokal yang diminati wisatawan.

Potensi tersebut, lanjutnya, menjadi daya tarik unggulan karena mengandung nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, kerja keras, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan ekonomi berbasis pariwisata menjadi salah satu prioritas utama dalam visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat periode 2025–2029. Salah satu strateginya adalah melalui penyelenggaraan event pariwisata yang memperkuat identitas budaya dan ekonomi kreatif masyarakat.

Menurutnya, Festival Seni Budaya Sumba Barat bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi juga momentum untuk mengekspresikan seni dan budaya lokal, memperkuat identitas daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, perubahan zaman yang cepat kerap menggerus nilai-nilai budaya lokal. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga, mengembangkan, dan memajukan seni budaya Sumba Barat agar tetap lestari dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Festival kali ini tidak hanya menampilkan keindahan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ajang promosi produk UMKM lokal. Para pelaku usaha diberi ruang untuk memasarkan produk kuliner dan kerajinan mereka, sehingga kegiatan ini menjadi wadah apresiasi seni sekaligus sarana peningkatan ekonomi masyarakat.

Bupati Yohanis Dade berharap, kehadiran pelajar, seniman, dan pelaku UMKM dalam satu ruang kegiatan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata Sumba Barat.

“Semakin banyak kegiatan kreatif, semakin besar pula peluang Sumba Barat dikenal luas sebagai daerah yang kaya budaya dan ramah terhadap pengunjung,” ujarnya.

Ia juga mengajak setiap kecamatan, desa, dan paguyuban di Kabupaten Sumba Barat untuk menampilkan karya budaya unggulan masing-masing selama festival berlangsung selama lima hari ini.

“Festival Seni dan Budaya ini hendaknya menjadi ruang belajar, berkreasi, dan berprestasi bagi pelajar dan masyarakat, sekaligus sarana silaturahmi dan persahabatan antarwarga Sumba Barat. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat kolaborasi membangun Sumba Barat yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan,” pesan Bupati Yohanis Dade. (LA/AW)

No More Posts Available.

No more pages to load.