FOSMAS Jakarta Minta Prabowo Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis di NTT

oleh

JAKARTA, LIKKUABA.COM – Ketua Umum Forum Studi Masyarakat Sumba (FOSMAS) Jakarta, Ferdi Ghoghi, Presiden Prabowo Subianto, untuk menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascainsiden dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa.

Ferdi menyayangkan terjadinya kasus keracunan yang diduga berasal dari makanan program MBG di beberapa wilayah di NTT.

Ia menilai penghentian sementara program merupakan langkah yang tepat untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan sebelum kembali dilanjutkan.

Baca Juga: Gubernur NTT Luncurkan Program Perlindungan bagi 100.000 Pekerja BPJSTK Rentan

“Menghentikan sementara program makan bergizi gratis adalah langkah preventif yang diperlukan untuk mencegah kejadian keracunan makanan yang lebih parah,” ujar Ferdi dalam keterangan tertulis yang diterima Likkuaba.com, Jumat (25/7/2025).

Menurut Ferdi, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan terhadap sistem distribusi, penyediaan bahan makanan, serta pelaksanaan teknis di lapangan.

Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap setiap tahap pengolahan makanan agar tidak membahayakan kesehatan siswa.

Baca Juga: Pengungsi Kuatae Terlunta, YNS Konsisten Salurkan Bantuan Kemanusiaan

“Saya percaya bahwa pemerintah memiliki kepentingan untuk melindungi masyarakat dari risiko keracunan makanan dan akan melakukan segala upaya untuk memastikan program ini dapat berjalan kembali dengan aman dan berkualitas,” lanjut mahasiswa asal Sumba yang kini menempuh studi di Jakarta tersebut.

Ferdi juga menekankan bahwa program MBG pada dasarnya merupakan inisiatif baik untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, namun tetap harus dijalankan dengan standar kualitas yang tinggi.

“Penting untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan manfaat gizi yang optimal, bukan justru mengalami malapetaka berupa keracunan. Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan antara lain kualitas bahan makanan, proses pengolahan, dan sistem pengawasan,” imbuhnya.

Baca Juga: Kelompok Tani di Sumba Barat Daya Garap 22 Hektare Lahan, Dapat 10.000 Bibit dari Pemprov NTT

Lebih lanjut, Ferdi mengusulkan agar pelatihan teknis juga diberikan kepada para petugas pelaksana program, khususnya yang terlibat dalam penyajian makanan di sekolah-sekolah.

“Pengawasan kualitas yang efektif sangat penting untuk memastikan makanan yang disajikan aman. Selain itu, pelatihan bagi petugas juga harus menjadi prioritas agar mereka memiliki keterampilan dalam menyiapkan makanan bergizi dan higienis,” tandas Ferdi.

Penulis: Paul

Editor: Tim Redaksi Likku Aba

No More Posts Available.

No more pages to load.