Hardiknas 2026 di Sumba Barat Daya: 1.554 Guru PPPK Terima SK, Disiplin dan Digitalisasi Ditekankan

oleh
Bupati menyebut penyerahan SK ini sebagai bentuk kepastian bagi para guru yang telah melalui tahapan seleksi. Ia berharap status tersebut diikuti dengan peningkatan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.(Facebook /Prokopim SBD)

Likkuaba.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Sumba Barat Daya dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menegaskan komitmen pembenahan sektor pendidikan. Upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati SBD, Sabtu, 2 Mei 2026, menjadi penanda arah kebijakan pendidikan ke depan.

Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu B. Wula memimpin upacara tersebut. Dalam amanatnya, ia mengatakan peningkatan mutu pendidikan memerlukan keterlibatan berbagai pihak dan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah.

Tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menurut dia, mencerminkan kebutuhan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sejumlah aspek dinilai perlu segera diperbaiki, mulai dari kondisi satuan pendidikan, pemanfaatan teknologi pembelajaran, hingga kesejahteraan guru.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah menyerahkan surat keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu kepada 1.554 guru. Penyerahan dilakukan secara simbolis di hadapan peserta upacara.

Bupati menyebut penyerahan SK ini sebagai bentuk kepastian bagi para guru yang telah melalui tahapan seleksi. Ia berharap status tersebut diikuti dengan peningkatan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Saya minta para guru bisa disiplin. Guru harus menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat, bukan sebaliknya. Kedisiplinan adalah modal utama transformasi pendidikan,” tegas Bupati.

Pemerintah daerah, kata dia, akan memperkuat pengawasan melalui penerapan sistem absensi elektronik di sekolah. Langkah ini diharapkan dapat memastikan kehadiran dan kinerja guru lebih terukur.

Selain itu, standar disiplin di lingkungan pendidikan akan disesuaikan dengan pola yang berlaku di instansi pemerintahan.

Menurut Ratu Wula, langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia, termasuk menghadapi bonus demografi pada 2045.

“Tantangan masa depan sangat besar. Kita tidak boleh main-main. Kita harus menyiapkan generasi hebat dari SBD sekarang juga agar mereka mampu bersaing di tingkat nasional maupun global pada tahun 2045 mendatang,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah Etmundus N. Nau, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta para kepala sekolah hadir dalam upacara tersebut.***

No More Posts Available.

No more pages to load.