LIKKUABA,com – Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Anto, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus. Hal itu ia sampaikan saat menyambut massa aksi damai di depan polres.
“Semua aspirasi rekan-rekan sampaikan akan saya tindak lanjuti. Sebagai Kapolres Sumba Barat Daya, saya bertanggung jawab terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Anto di hadapan massa aksi.
Menanggapi tuntutan mahasiswa mengenai kasus tambang pasir dan sejumlah kasus pembunuhan, Anto memastikan hal tersebut telah menjadi perhatian khusus kepolisian.
“Meskipun saya tidak hadir pada aksi sebelumnya, saya pastikan tetap menindaklanjutinya. Untuk kasus pembunuhan, tim kami terus bergerak. Namun karena kejadiannya tahun lalu, proses penyelesaiannya membutuhkan waktu. Kami harus kembali menelusuri dari awal, termasuk ke lokasi kejadian perkara,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejak mulai bertugas di Sumba Barat Daya pada Januari 2025, dirinya berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat. “Apa yang saya lakukan di sini semata-mata untuk kepentingan masyarakat Sumba Barat Daya,” tegas Anto.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Hans Wea, mendesak Kapolres untuk mengeluarkan siaran pers resmi yang menjelaskan perkembangan sejumlah kasus yang menjadi sorotan publik. Menurutnya, transparansi sangat penting agar masyarakat mengetahui proses hukum yang berjalan.
“Hari ini yang datang mungkin hanya Cipayung Plus. Nanti cipayung plus-plus masyarakat,” ujar Hans.
Meski menyuarakan kritik keras, Hans tetap menyampaikan apresiasi kepada Kapolres dan jajarannya yang hadir mendengarkan aspirasi mahasiswa di bawah terik matahari.
“Kami percaya leluhur tanah ini merestui pertemuan hari ini. Doa dari para leluhur Dappa Kali Tekki Ngara, Dappa Sumah Tamo, Abelleka Katilluna, Akaladana Matana, selalu menyertai masyarakat Sumba Barat Daya,” tutupnya. (Lk/KT)














