TAMBOLAKA, LIKKUABA.COM — Kasus dugaan penyelewengan dana milik nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) yang dilakukan oleh oknum petugas BRILink di Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, mulai mendapat titik terang.
Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, AKP I Ketut Rai Artika, membenarkan adanya laporan terkait nasabah yang mengaku kehilangan uang dalam jumlah besar dari rekening BNI-nya setelah bertransaksi di BRILink Cendana Wangi.
“Benar sudah ada laporan. Nanti saya cek lagi berkasnya,” ujar AKP Rai, Senin (4/8/2025).
Baca Juga: Nasabah BNI di Sumba Barat Daya Rugi Puluhan Juta, Diduga Uang Digerogoti Oknum BRILink
Laporan tersebut dilayangkan oleh seorang warga bernama Maksiana Lende, nasabah BNI Cabang Waitabula, yang mengaku kehilangan lebih dari Rp28 juta secara misterius dari rekeningnya.
Dalam pengakuannya, Maksiana menyebut awal mula kecurigaannya muncul saat melakukan tarik tunai di BRILink Cendana Wangi, Sapurata.
Ia meminta petugas agar menarik Rp1 juta, namun yang diberikan justru Rp10 juta. Petugas yang diketahui berinisial FUW mengaku salah menekan jumlah saat menggunakan mesin ATM.
Baca Juga: Buntut Uang Nasabah BNI Disedot, Warga Minta BRILink Cendana Wangi di Tambolaka Dievaluasi
Setelah kejadian itu, Maksiana memeriksa mutasi rekening dan menemukan sejumlah transaksi tidak dikenal.
“Ada transaksi yang saya sama sekali tidak lakukan. Saldo saya berkurang lebih dari Rp28 juta. Saya langsung lapor ke bank dan polisi,” ungkap Maksiana.
Menanggapi polemik ini, pemilik BRILink Cendana Wangi yang akrab disapa Aci menyatakan siap memberikan keterangan kepada pihak kepolisian jika dibutuhkan.
Baca Juga: Usai Uang Nasabah BNI Diduga Disedot, Pemilik BRILink Cendana Wangi Siap Diperiksa Polisi
“Kalau dipanggil polisi kami siap menghadap untuk memberikan klarifikasi,” kata Aci di Tambolaka, Rabu (6/8/2025).
Aci juga menyatakan bahwa pihaknya tidak menghindar dari proses hukum dan mendukung penyelidikan agar kasus ini terang benderang.
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga menuntut agar layanan BRILink, khususnya di daerah-daerah pedalaman seperti SBD, diawasi secara ketat oleh pihak bank maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Pengaruh Tradisi Belis pada Kesejahteraan Mental Perempuan dalam Pernikahan Adat Sumba
“Kalau benar ada penyelewengan oleh petugas BRILink, harus ada tindakan tegas. Jangan sampai masyarakat kecil jadi korban,” kata Lukas.
Sementara itu, Kepala Cabang BNI Waitabula, Neni, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari nasabah dan sedang melakukan penelusuran lebih lanjut.
“Kami tetap tindak lanjuti dan mengecek semua transaksi. Tapi kami juga mengimbau nasabah untuk tidak memberikan kartu dan PIN kepada siapa pun,” ujar Neni.
Baca Juga: Wisuda STIPAS Kupang Dihadiri Gubernur NTT, Mayoritas Lulusan Perempuan Siap Jadi Pendidik Hebat
Neni menyatakan, keamanan sistem perbankan menjadi tanggung jawab bersama, dan BNI akan memastikan bahwa nasabah tetap terlindungi.
Dengan adanya konfirmasi dari kepolisian, serta kesediaan pemilik BRILink untuk diperiksa, warga berharap kasus ini bisa segera diusut tuntas. Mereka mendesak agar aparat tidak hanya fokus pada sistem, tetapi juga pada kemungkinan keterlibatan individu.
“Jangan berhenti di sistem saja. Kalau ada oknum, harus diproses hukum. Ini soal kepercayaan publik,” kata Oktavianus, suami korban.
Kasus ini kini menjadi sorotan di Sumba Barat Daya dan berpotensi membuka diskusi lebih luas soal pengawasan terhadap agen-agen keuangan di wilayah terpencil Indonesia. (LA/PN)






