Kondisi Memprihatinkan SD Negeri Potto Katillu, akhirnya dapat respon cepat dari Pemda Sumba Barat Daya

oleh

Wewewa Barat, LIKKUABA –  SD Negeri Potto Katillu, yang terletak  di Desa Lolo Ole, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, sangat memprihatinkan. Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) kerap terhenti, pada saat hujan angin kencang. Guru-guru terpaksa menghentikan mengajar karena atap gedung bocor dan seng penutup yang rusak parah.

Tak hanya itu, tiang kayu penyangga sudah roboh dan tembok gedung mengalami retak akibat getaran gempa. Situasi ini menimbulkan rasa cemas akan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

Kerusakan juga merambah ke fasilitas lain, seperti ruang kepala sekolah, WC, hingga aula sekolah yang biasanya digunakan untuk ibadah setiap hari Senin sebelum berjalan proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Bahkan, lantai ruang kelas banyak yang berlubang, sehingga siswa terpaksa belajar dalam kondisi penuh keterbatasan.

Kepala Sekolah SD Negeri Potto Katillu, Florida Bulu, S.Pd, mengungkapkan sedikitnya enam ruang kelas mengalami kerusakan berat, sementara aula dan beberapa ruangan lainnya sudah tidak bisa digunakan sama sekali.

“Gedung ini sudah lama, ada yang berusia lebih dari 30 tahun. Aula dan mes guru dibangun sejak tahun 1980-an, sehingga wajar kondisinya kini sangat memprihatinkan,” kata Florida, Kamis (25/9/2025).

Meski WC sekolah masih bisa digunakan berkat perawatan rutin dengan memanfaatkan dana BOS, Florida menegaskan kondisi bangunan utama semakin mengkhawatirkan.

“Setiap musim hujan, kami takut KBM tidak berjalan sama sekali karena risiko gedung runtuh. Itu yang paling kami khawatirkan,” tambahnya.

Kondisi sekolah yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu akhirnya mendapat respon cepat dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K). Florida menyampaikan apresiasi atas perhatian yang sudah diberikan.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah cepat merespons kondisi sekolah kami. Semoga SD Negeri Potto Katillu segera mendapat perbaikan, agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Sementara itu, Citra, siswi kelas V SD Negeri Potto Katillu, juga menyampaikan keluhannya.

“Setiap hujan angin, kami dipulangkan karena takut gedung roboh, begitu juga guru-guru. Semoga pemerintah bisa memperbaiki sekolah kami supaya kami bisa belajar dengan baik,” ujarnya polos.

Selain itu, sekolah juga masih menghadapi keterbatasan sarana pendukung belajar. Kekurangan buku pelajaran, alat olahraga, meja, dan kursi semakin memperparah kondisi pendidikan di sekolah tersebut.

Pihak sekolah berharap respon cepat pemerintah daerah segera diwujudkan dalam bentuk perbaikan nyata, agar proses KBM di SD Negeri Potto Katillu dapat kembali berjalan dengan baik. (LA/KT)

No More Posts Available.

No more pages to load.