Likkuaba.com – Warga Desa Wee Namba, Kecamatan Wewewa Utara, mendesak Polres Sumba Barat Daya (SBD) agar segera menangkap pelaku pembakaran rumah yang menimpa mereka. Warga menilai, penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Salah satu korban, Marselina Mari, mengungkapkan keluhan sekaligus menjelaskan peristiwa yang dialaminya. Ia mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Namun hingga kini, para korban belum menerima kepastian hukum.
“Kita waktu itu kita lapor di sini tidak ada realisasi lagi, sampai saat ini tidak ada informasi lagi, hanya dong bilang saja sudah kasih surat panggilan dua kali, belum ambil-ambil itu orang belum diamankan lagi, trus alasan bakar kami punya rumah kami tidak tau, kami minta dia pertanggung jawab,” ujarnya.
Korban lainnya turut menceritakan kronologi kejadian sejak awal hingga peristiwa pembakaran terjadi. Ia menyebut kejadian berlangsung secara tiba-tiba saat mereka sedang beristirahat.
“Waktu pertama itu kami juga ada tidur di rumah dorang pawau dari ombayawel, langsung kami bangun. Sudah bangun turun di bale-bale, kami lihat itu orang bahwa bensin dan bawa daun kelapa kering. Dorang langsung siram bensin dan bakar rumahnya mama Sem. Kami turun juga lewat belakang dan lari ke dalam kopi di belakang rumah. Dia itu dia siram lagi bensin, saya punya rumah dari dapur sampai di bale-bale rumah besar. Langsung dia mundur lagi sedikit beberapa meter, langsung dia lempar lagi daun kelapa di bawah bale-bale. Langsung kita lari, sudah ketemu dengan mama Sem,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan kekecewaannya atas peristiwa tersebut sekaligus menyesalkan lambatnya penanganan kasus ini ke pihak yang berwenang. Ia berharap pelaku segera diamankan agar ada kepastian hukum bagi para korban.
“Kita kecewa sekali, harapan saya sekarang harus ambil itu orang, harus diamankan,” katanya lagi.
Kasus pembakaran tersebut telah dilaporkan ke Polres SBD sekitar empat. Namun hingga saat ini, warga mengaku belum menerima respons maupun informasi terbaru terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
Menurut warga, lambatnya penanganan mencerminkan lemahnya penegakan hukum di tingkat daerah. Kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum, kata mereka, sangat bergantung pada kecepatan dan ketegasan dalam menangani perkara.
Media ini telah berupaya mengonfirmasi perkembangan kasus tersebut kepada Kasi Humas Polres SBD melalui pesan WhatsApp pada Jumat siang, 12 Desember 2025. Namun, belum ada respons yang diperoleh.
Hingga saat ini, warga Desa Wee Namba masih menunggu langkah tegas dari kepolisian untuk menuntaskan kasus pembakaran tersebut.
Diketahui, peristiwa pembakaran rumah itu terjadi pada Senin, 25 Agustus 2025, sekitar pukul 04.00 WITA.***






