Cornelis Ngongo Dappa, mengeluhkan listrik untuk penerangan di SDK Waiwondo Belum Terpasang

oleh

Likkuaba.com== Kepala SDK waiwondo Cornelis Ngongo Dappa, mengatakan bahwa proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sepertinya tidak berjalan maksimal karena listrik belum terpasang. Hal ini berdampak pada perkembangan belajar murid.

“Guru-guru kewalahan. Tidak ada listrik, sehingga kegiatan KBM sering terhenti,”kewalahan melayani murid di tengah kondisi sekolah yang minim fasilitas,ungkapnya.

Kehadiran murid di SDK Waiwondo juga menurun drastis. Setiap hari hanya sekitar 26 murid yang hadir, bahkan lebih kurang. Rinciannya:

Kelas 1: 3 orang
Kelas 2: 2 orang
Kelas 3: 5 orang
Kelas 4: 7 orang
Kelas 5: 6 orang
Kelas 6: 2 orang

Diketahui, jumlah murid yang tercatat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan jauh lebih tinggi.

Orang tua murid pun mengeluh karena guru dianggap tidak aktif dalam memberikan KBM. Mereka menilai kondisi sekolah yang gelap membuat pembelajaran tidak kondusif, sehingga anak-anak enggan hadir.

Dalam pantauan media Kamis, 6 November 2025, salah satu orang tua murid, Dominggus Ate, meminta dinas terkait dan inspektorat turun langsung memeriksa kondisi sekolah.

Menurutnya, kemacetan aktivitas guru dan siswa dipicu ketiadaan listrik, sehingga fasilitas sekolah seperti ATK juga tidak dapat digunakan secara optimal.

Salah satu ibu guru meminta pemerintah agar segera meninjau kondisi sekolah.

“Kami belum mendapat perhatian dari pemerintah soal penerangan listrik. Setiap kali butuh listrik, kami harus pergi ke Weetabula. Itu menghabiskan waktu dan tenaga,” katanya lagi.

Keluhan terkait penerangan juga datang dari umat Katolik Gereja Stasi Santa Maria Waiwondo, termasuk Romo Marsianus Joy Pr. Mereka menyayangkan wilayah sekitar sekolah masih tanpa listrik, padahal jaraknya hanya sekitar seratus meter dari SDK Waiwondo.

“Kami lemah menjalankan tugas sebagai pengajar karena tidak ada listrik. Kami berharap pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya memperhatikan penerangan yang sangat minim ini,” ujar salah satu guru.

Masyarakat menegaskan bahwa listrik sangat penting bagi pendidikan dan kehidupan umat. Tanpanya, sekolah dan gereja kesulitan menjalankan kegiatan.

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama bahkan mendesak agar Desa Loko Tali dibubarkan karena dianggap tidak menunjukkan hasil kerja nyata sejak dibentuk pada 2017.***

(Red…Mateus Dara Kodi)

No More Posts Available.

No more pages to load.