Menjadikan Hidup Sebagai Perjalanan Bertumbuh, Bukan Sekadar Bertahan

oleh
Arfandi Kalego, Mahasiswa D-III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang, Kampus Waikabubak
Arfandi Kalego, Mahasiswa D-III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang, Kampus Waikabubak (Likku Aba/Dok. Ist)

Oleh: Arfandi Kalego, Mahasiswa D-III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang, Kampus Waikabubak

Hidup bukanlah garis lurus tanpa rintangan. Ia adalah perjalanan dinamis yang penuh liku, tanjakan, dan persimpangan. Sebagai individu, kita dihadapkan pada berbagai pilihan setiap harinya dan dari sanalah arah hidup kita dibentuk.

Namun, sering kali kita terjebak dalam melihat hidup hanya dari sisi sulitnya. Kita meratap saat gagal, mengeluh saat lelah, dan menyerah saat merasa tidak mampu. Padahal, setiap tantangan adalah undangan untuk tumbuh.

Saya percaya bahwa bagaimana kita memandang hidup sangat menentukan kualitas perjalanan kita. Jika kita melihat kesulitan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang, kita akan lebih siap menghadapi apa pun yang datang. Sikap ini membentuk fleksibilitas, daya tahan, dan kemampuan untuk beradaptasi dalam segala situasi kualitas yang sangat dibutuhkan dalam dunia yang terus berubah.

Baca Juga: Pengendara di SBD Waspada! 7 Pelanggaran Ini Jadi Target Utama Operasi Patuh

Sebaliknya, jika kita hanya fokus pada beban dan hambatan, maka stres, kecemasan, bahkan keputusasaan akan lebih mudah menguasai. Inilah yang kerap membuat banyak orang merasa terjebak, stagnan, bahkan kehilangan arah.

Di tengah gempuran ekspektasi dan tekanan sosial, terutama bagi generasi muda, saya mengajak kita semua untuk mulai membangun pola pikir positif. Bukan berarti mengabaikan kenyataan atau berpura-pura kuat, tetapi mengakui bahwa setiap pengalaman baik maupun buruk adalah bagian dari proses pembentukan diri.

Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sampai di tujuan, tapi tentang bagaimana kita menjalaninya dengan kesadaran dan semangat bertumbuh. Pilihan ada di tangan kita: menjadi korban keadaan atau menjadi pribadi yang terus belajar dan melangkah maju.

Baca Juga: Peringatan untuk Pemilik Lahan! Tanah di Sumba Barat Daya NTT Bisa Diambil Negara Jika Dibiarkan 2 Tahun

Mari kita renungkan dan ubah sudut pandang kita. Lihatlah hidup sebagai medan belajar yang luas. Dengan pikiran yang terbuka dan hati yang penuh harapan, kita bisa menjadikan setiap tantangan sebagai pijakan menuju versi terbaik diri kita.

Karena pada akhirnya, hidup bukan sekadar soal bertahan. Hidup adalah tentang bertumbuh.

Editor: Paul Ngongo

No More Posts Available.

No more pages to load.