WAIKABUBAK, LIKKUABA.COM — Suasana haru menyelimuti Panti Asuhan Bhakti Luhur Putera (ALMA Putera) di Weekarou, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (13/10/2025).
Dalam kunjungan kasih, rombongan Persit Kartika Chandra Kirana Korcabrem 161 PD IX/Udayana yang dipimpin oleh Ny. Indah Piek Budyakto, disambut penuh sukacita oleh para bruder dan anak-anak disabilitas penghuni panti tersebut.
Turut hadir dalam rombongan, Ny. Kartika Hendro Cahyono, Ibu Danrem, dan Ny. Natalia Maria Christine Rumengan, Ketua Persit Cabang 18 Dim 1613 Sumba Barat. Mereka menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada setiap anak panti, termasuk sembako untuk kebutuhan harian Panti Asuhan ALMA Putera dan ALMA Puteri.
“Ini bentuk kasih sayang dan kepedulian kami terhadap anak-anak disabilitas. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka dicintai dan tidak sendirian,” ujar Ny. Indah Piek Budyakto dengan mata berkaca-kaca usai menyerahkan bantuan.
Panti Asuhan ALMA Putera saat ini menampung 15 anak, termasuk 12 anak disabilitas dengan kondisi beragam, mulai dari hidrosefalus, down syndrome, autis, hingga tunagrahita. Mereka diasuh oleh Br. Moses Due, ALMA, bersama tiga bruder lainnya: Br. Petrus Eno, Br. Ricardus Klaubanua, dan Br. Arisandro Joningrat Olin.
“Sebagai pengasuh, kami sudah memilih jalan hidup untuk melayani mereka yang miskin, cacat, dan terlantar. Ini bukan beban, tapi kebahagiaan,” kata Br. Moses kepada media yang turut hadir dalam kesempatan itu.
Ia mengakui bahwa tantangan terbesar bukan dalam mendidik anak-anak disabilitas, melainkan bagaimana memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
“Kami bersyukur karena masih ada donatur tetap, juga bantuan dari Dinas Sosial dan pihak-pihak yang peduli seperti Ibu-Ibu Persit,” tambahnya.
Kunjungan itu juga dihadiri oleh Bapak Tobias K. Kobun, Ketua Persaudaraan Kasih (Perkasih), organisasi yang telah 15 tahun mendukung karya pelayanan anak-anak berkebutuhan khusus di Sumba.
Ia menjelaskan bahwa Perkasih dan ALMA melakukan kegiatan Cari, Bina, Rawat (CBR) terhadap anak-anak disabilitas di pedalaman Sumba.
“Masih banyak anak disabilitas yang disembunyikan keluarganya karena malu. Kami berharap semakin banyak orang yang peduli seperti Ibu Indah dan rombongan,” ujar Tobias.
Sementara itu, Br. Moses menjelaskan bahwa misi utama ALMA adalah membantu anak-anak agar dapat mandiri dalam keterbatasan mereka.
“Kami ingin mereka bisa menolong dirinya sendiri, walaupun tidak bisa menolong orang lain,” ujarnya dengan senyum tulus.
Sebelum berpamitan, Ny. Indah Piek Budyakto menyampaikan apresiasi dan doa bagi para bruder dan suster yang telah membaktikan hidup untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
“Anak-anak ini luar biasa. Mereka mengajarkan kita arti kesabaran dan kasih yang tulus,” katanya lirih.
Kunjungan tersebut ditutup dengan doa bersama dan lagu sederhana dari anak-anak panti yang membuat seluruh rombongan terharu. Beberapa ibu tampak menyeka air mata saat berpamitan, meninggalkan kenangan mendalam di hati semua yang hadir. (LA/AW)





