Tiga Siswi SMA Negeri 1 Waikabubak Borong Medali Emas di Ajang Internasional, Kini Siap Berlaga ke Malaysia

oleh

WAIKABUBAK, LIKKUABA.COM – Tiga siswi berprestasi dari SMA Negeri 1 Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil mengharumkan nama daerah dan Indonesia di ajang internasional. Mereka adalah Maria Louse Ulina Dimu (kelas XII IPA), Olivia Nguda Duka (kelas XII IPA), dan Rhiana Abigail Katu (kelas XI IPA).

Ketiganya sukses meraih medali emas dalam ajang World Science Environment and Engineering Competition (WSEEC) yang digelar di Universitas Pancasila, Jakarta, pada 20 Mei 2025. Kompetisi itu diikuti peserta dari 14 negara dengan fokus penelitian ilmiah berbahasa Inggris.

Dalam lomba tersebut, SMA Negeri 1 Waikabubak mengirimkan dua tim dengan nama Sumba Bisa I dan Sumba Bisa II, dan keduanya sama-sama berhasil meraih gold medal.

Tim Sumba Bisa I mengusung tema “The capability ST-Ps as an Anti-Aging Cream Plus”, yaitu penelitian tentang kemampuan Salicornia herbacea L. dan Padina australis sebagai krim anti-penuaan (stemcell).

Tim Sumba Bisa II mempresentasikan karya ilmiah berjudul “The Effect of Ipomea-Anthocyanin-Indicator-Entrosit (IAIE) on Cancer Disease”, yang meneliti pengaruh ipomea terhadap kanker, khususnya kanker payudara.

“Awalnya kami minder melihat peserta dari berbagai negara, tapi syukur kepada Tuhan, kami bisa membawa pulang medali emas,” kata Louse penuh haru saat ditemui di pelataran sekolah, Selasa (16/9/2025).

Oliv menambahkan, kemenangan ini terasa spesial karena riset yang diangkat timnya cukup sulit, yakni terkait kanker payudara.

“Walaupun susah, kami percaya berjalan bersama Tuhan. Senang sekali bisa dapat gold medal,” ujarnya.

Sementara itu, Rhiana menyebut pencapaian ini menjadi bukti bahwa anak-anak Sumba mampu bersaing di level dunia.

“Prosesnya panjang, butuh perjuangan, tapi akhirnya kami bisa membuktikan Sumba Bisa,” ucapnya.

Selama mengikuti kompetisi di Jakarta, biaya transportasi, penginapan, serta konsumsi ketiga siswi tersebut ditanggung oleh Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah (YISB) Cabang Sumba yang dikenal dengan sebutan Terang Sumba.

Selain itu, mereka juga mendapat bimbingan langsung dari Budisantoso, M.Pd., CHt dari YISB Jakarta, sejak Januari hingga Mei 2025. Dukungan serupa akan berlanjut menjelang lomba berikutnya di Malaysia.

Kepala SMA Negeri 1 Waikabubak, Paulinus Sukur, S.Pd, mengaku bangga atas pencapaian anak didiknya.

“Sebagai kepala sekolah tentu saya bangga punya anak-anak hebat seperti mereka. Mereka sudah bisa riset sejak dini, dan juga mampu mengekspresikan diri dalam bahasa Inggris,” ujarnya.

Perjuangan ketiga siswi ini belum selesai. Mereka tengah bersiap menghadapi kompetisi internasional berikutnya di Malaysia pada Desember 2025.

Lomba itu akan diikuti peserta dari 21 negara dengan tema penelitian seputar kanker rahim atau serviks. Harapan mereka, bisa kembali meraih medali emas untuk Indonesia.

“Target kami tentu dapat gold medal lagi, membanggakan sekolah, daerah, dan negara,” kata ketiganya kompak.

(Agustinus B. Wuwur)

No More Posts Available.

No more pages to load.