TAMBOLAKA, LIKKUABA.COM — Pemilik layanan BRILink Cendana Wangi di Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT, menyatakan kesiapannya untuk memberikan klarifikasi kepada pihak kepolisian terkait dugaan penyelewengan dana nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) oleh oknum pegawai.
Pernyataan ini disampaikan menyusul laporan nasabah bernama Maksiana Lende yang mengaku kehilangan lebih dari Rp28 juta secara misterius dari rekening BNI-nya. Dugaan sementara mengarah kepada petugas BRILink berinisial FUW yang sebelumnya melayani transaksi nasabah tersebut.
Menanggapi situasi yang menjadi perhatian publik, pemilik BRILink Cendana Wangi, yang akrab disapa Aci, menegaskan bahwa pihaknya terbuka dan siap bekerja sama dengan aparat hukum.
Baca Juga: Nasabah BNI di Sumba Barat Daya Rugi Puluhan Juta, Diduga Uang Digerogoti Oknum BRILink
“Kalau dipanggil polisi kami siap menghadap untuk memberikan klarifikasi. Nanti kami juga akan libatkan dari BNI,” kata Aci saat ditemui di Tambolaka, Rabu (6/8/2025).
Pernyataan ini disambut positif oleh sejumlah pihak yang berharap adanya keterbukaan dan penuntasan kasus tersebut secara transparan. Warga mengaku masih menunggu proses hukum yang jelas, baik dari kepolisian maupun dari pihak bank.
Sebelumnya, Maksiana melaporkan bahwa transaksi mencurigakan terjadi usai dirinya melakukan penarikan tunai di BRILink Cendana Wangi. Saat itu, ia hanya meminta tarik tunai Rp1 juta, namun petugas justru memberikan Rp10 juta. Beberapa hari setelahnya, ia menemukan mutasi transaksi tidak dikenal di rekeningnya hingga saldo terkuras lebih dari Rp28 juta.
Baca Juga: Buntut Uang Nasabah BNI Disedot, Warga Minta BRILink Cendana Wangi di Tambolaka Dievaluasi
Pihak keluarga korban mendesak agar Polres Sumba Barat Daya segera memanggil semua pihak terkait, termasuk pemilik BRILink dan petugas yang diduga terlibat.
“Kami sudah menunggu tiga bulan sejak laporan masuk, tapi belum ada tindak lanjut. Sekarang pemiliknya siap, berarti tidak ada alasan lagi untuk tidak bergerak,” kata Oktavianus, suami Maksiana.
Kasus ini menjadi perhatian di wilayah Sumba Barat Daya karena menyangkut keamanan layanan keuangan di tingkat masyarakat akar rumput. Masyarakat berharap pihak perbankan, agen BRILink, dan aparat penegak hukum segera bertindak demi menjamin perlindungan terhadap nasabah. (LA/KT)





