LIKU ABA – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Paulus Yohanes Yorit Poni, S.Sos, menegaskan pentingnya profesionalisme konsultan pengawas dalam mengawal setiap proyek fisik di daerah. Ketua Fraksi PDIP ini menilai masih lemahnya pengawasan di lapangan sehingga banyak pekerjaan tidak memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.
Dalam keterangannya, Yorit menyampaikan bahwa peran konsultan pengawas sangat menentukan kualitas hasil pembangunan. Namun kenyataannya, masih ditemukan sejumlah proyek yang tidak sesuai dengan spesifikasi.
“Konsultan pengawas harus betul-betul menjalankan fungsi pengawasan dengan profesional. Jangan ada standar ganda,” ujar Yorit dengan nada tegas, Jumat (1/11/2025).
Ia mencontohkan proyek pembangunan di SDN Lewurla yang dinilai dikerjakan tidak sesuai ketentuan teknis. Yorit meminta agar pihak konsultan dan pelaksana segera memperbaiki hasil pekerjaan tersebut.
“Kami temukan pekerjaan di SDN Lewurla tidak sesuai spesifikasi. Ini harus diperbaiki segera,” tegasnya.
Selain itu, Yorit juga menyoroti hasil evaluasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024, yang menunjukkan masih banyak rekomendasi belum ditindaklanjuti oleh dinas teknis, khususnya Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO).
“Banyak temuan yang belum ditindaklanjuti. Kalau tidak ada langkah konkret, DPRD akan dorong ini ke penegak hukum,” katanya mengingatkan.
Politikus PDIP itu juga memberikan catatan penting untuk pelaksanaan proyek pada tahun 2025. Ia meminta semua pihak belajar dari kesalahan tahun lalu, di mana sejumlah proyek tetap dipaksakan untuk menerima Provisional Hand Over (PHO) meski belum layak secara teknis.
“Tahun 2024 banyak proyek yang dipaksakan PHO padahal belum memenuhi syarat. Tahun ini jangan sampai terulang,” tandasnya.
Yorit berharap konsultan pengawas, kontraktor, dan dinas teknis bekerja dengan penuh tanggung jawab serta transparan demi memastikan setiap proyek benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pembangunan harus menjawab kebutuhan rakyat, jangan sampai kerja untuk memenuhi syarat administrasi saja” tutupnya.
Pernyataan keras dari Ketua Fraksi PDIP ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan di Manggarai Timur agar menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas dalam bekerja.***





