Likkuaba.com- Penanganan kasus dugaan pemukulan dan ancaman terhadap seorang wartawan di Kabupaten Sumba Barat Daya terus bergulir. Hingga saat ini, penyidik di Mapolres SBD telah memeriksa enam orang saksi untuk menelusuri rangkaian peristiwa tersebut.
Peristiwa itu terjadi ketika kunjungan Menteri Kesehatan RI di RSUD Reda Bolo. Korban yang merupakan jurnalis dari media Tipikor Investigasi News diduga menjadi korban kekerasan saat menjalankan tugas peliputan.
Kapolres SBD, AKBP Harianto Rantesalu, mengatakan proses penyelidikan telah berlangsung sejak laporan diterima pada Jumat, 24 April 2026.
“Sudah enam orang yang kami periksa sejauh ini,” ujarnya pada Selasa, 28 April 2026.
Ia menekankan bahwa penanganan perkara dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kepolisian, menurut dia, berkomitmen mengusut kasus tersebut secara profesional dan terbuka.
“Kami akan mengungkap fakta yang sebenarnya. Prosesnya berjalan sesuai aturan,” katanya.
Dari keterangan saksi, insiden bermula saat korban merekam aktivitas di lokasi menggunakan telepon seluler. Aksi tersebut kemudian ditegur oleh seseorang, yang memicu perdebatan di tempat kejadian.
Ketegangan itu diduga berujung pada tindakan kekerasan. Korban disebut sempat mengalami tendangan, bahkan ada upaya penyerangan menggunakan batu.
Saksi juga menyebut adanya dugaan ancaman dengan senjata tajam dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, kepolisian masih mendalami keterangan para saksi untuk memastikan kronologi kejadian serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.***





