Pelayanan MBG di disumba di duga menggunakan ayam ekspor dari luar dari daerah, peternak lokal mengaku kecewa

oleh
Pelayanan MBG di Sumba di duga menggunakan ternak dari luar daerah (Likkuaba.com/Kobus Tena)

Likkuaba.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sumba diduga menggunakan ayam beku dari luar daerah. Dugaan ini memicu kekecewaan dari peternak lokal.

Program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah dinilai membawa manfaat. Namun, dalam pelaksanaannya muncul sejumlah persoalan, termasuk dugaan kasus keracunan makanan di beberapa wilayah.

Di Kabupaten Sumba Barat Daya, insiden keracunan makanan dilaporkan pernah terjadi. Sementara di Kabupaten Sumba Tengah, lebih dari 100 siswa mengalami gejala keracunan dalam beberapa hari terakhir. Dugaan sementara mengarah pada konsumsi daging ayam yang tidak layak.

Sejumlah peternak lokal mengaku tidak dilibatkan dalam program tersebut. Mereka menilai pengelola lebih memilih menggunakan ayam dari luar daerah dibandingkan hasil ternak setempat.

“Kami tidak bisa bersaing karena tidak ada transparansi harga. Standar harga 55 sampai 60 ribu rupiah per kilogram terlalu rendah dan tidak masuk akal,” kata seorang peternak yang enggan disebutkan namanya.

Menurut mereka, harga yang ditetapkan berada di bawah biaya produksi sehingga berpotensi merugikan peternak.

Selain itu, standar kualitas juga dinilai tidak sesuai dengan kondisi peternakan lokal. Program MBG disebut mengutamakan ayam berbobot besar, sementara peternak di Sumba umumnya hanya menghasilkan ayam dengan bobot sekitar 1,5 kilogram.

Peternak juga menyoroti mekanisme pengadaan yang dianggap tidak terbuka. Mereka menduga ada pihak tertentu yang menguasai rantai pasok sehingga membatasi akses peternak lokal.

Di sisi lain, penggunaan ayam dari luar daerah dinilai menimbulkan kekhawatiran, baik dari sisi kualitas maupun dampaknya terhadap kesehatan.

Para peternak mendesak pemerintah daerah dan pengelola program MBG melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka meminta transparansi harga, penyesuaian standar, serta prioritas bagi produk lokal.

Sejumlah peternak menyatakan siap melakukan aksi protes jika tuntutan mereka tidak direspons.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola program MBG terkait dugaan tersebut.***

No More Posts Available.

No more pages to load.