Aktivis di Sumba Angkat Bicara Soal Dugaan Penebangan Hutan ilegal di SBD

oleh

Likkuaba.com – Seorang aktivis asal Sumba Barat Daya, Yohanis Tanggu Dendo, menyayangkan dugaan aktivitas penambangan dan penebangan liar di kawasan hutan lindung. Ia menilai bahwa wajah ekologi Sumba Barat Daya terancam hilang jika praktik ilegal tersebut terus dibiarkan.

Menurut pria itu, hutan-hutan yang selama ini menjadi penyangga utama kehidupan masyarakat kini perlahan mengalami kerusakan yang kian mengkhawatirkan. Sejumlah kawasan hutan yang disebut terancam antara lain Hutan Roko Raka di wilayah Kodi, Hutan Watukagorok, serta Hutan Kabuyawil

“Hutan-hutan tersebut bukan sekadar kumpulan pepohonan, tetapi bagian penting dari keseimbangan alam, sumber air, serta penopang kehidupan masyarakat,” ungkap Yohanis kepada wartawan tadi sore.

Ia menegaskan, jika penebangan liar terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya hilangnya kawasan hutan, tetapi juga mengancam identitas ekologis, nilai budaya, serta masa depan masyarakat Sumba Barat Daya secara keseluruhan.

Hani juga menyoroti peran Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, khususnya instansi kehutanan. Ia menilai, pembiaran tanpa penanganan yang serius akan memicu berbagai dampak berbahaya, seperti kerusakan lingkungan yang semakin meluas serta meningkatnya risiko bencana alam, termasuk banjir dan longsor.

“Oleh karena itu, dibutuhkan langkah tegas dan pengawasan yang serius dari pemerintah untuk melindungi kawasan hutan lindung,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari masyarakat adat, pemerintah, gereja, hingga generasi muda, untuk bersama-sama menjaga dan merawat hutan sebagai rumah bersama.

“Melindungi hutan berarti menjaga kehidupan, menghormati warisan leluhur, dan mewariskan alam yang lestari bagi anak cucu di masa depan,” pungkasnya.***

No More Posts Available.

No more pages to load.