Likkaba.com – Ketua BUMDES Desa Kalembu Weri, Yohanes Malo Dedo, membantah informasi yang beredar di media sosial yang menyebut kurangnya kerja sama antara dirinya dan anggota BUMDES dalam setiap kegiatan.
Menurut Yohanes, setiap kegiatan selalu dikomunikasikan melalui WhatsApp. Namun, upaya tersebut kerap tak mendapat respons.
“Setiap kegiatan selalu saya komunikasikan, tapi mereka jarang merespon. Jadi, kalau ada yang bilang tidak ada kerja sama, itu keliru,” kata Yohanes, Minggu (5/4/2026).
Dia menambahkan, baru-baru ini satu ekor ayam petelur yang telah bertelur mati, sehingga dari 316 ekor ayam kini tersisa 300 ekor. Meski demikian, ia menegaskan, kegiatan BUMDES tetap berjalan.
Yohanes Malo Dedo menegaskan, jika ada masyarakat yang menilai kegiatan BUMDES tidak berjalan, penilaian itu keliru. Menurutnya, meski minim kehadiran anggota pengurus, seluruh program tetap dijalankan.
Lebih jauh, Yohanes Malo Dedo menyebutkan, hingga tahap kedua pengadaan ayam petelur, tidak terlihat satu pun anggota pengurus BUMDES yang terlibat.
“Tapi pribadi saya, sejak awal sekretaris tidak pernah hadir karena kebetulan ke Papua, punya keluarga. Sehingga selama ini saya sendiri yang mengurus, termasuk Bapak Desa, sampai pengurusan sertifikat,” ujarnya.
Terkait pengelolaan anggaran, Yohanes menjelaskan, pelaporan di tingkat desa belum dilakukan karena program masih berjalan secara bertahap sejak Februari. Sesuai ketentuan pelatihan, pelaporan dijadwalkan setiap tiga bulan, baik di desa maupun di kecamatan.
“Kecamatan sudah dua kali melakukan verifikasi, begitu juga kabupaten. Pelaporan tertulis memang belum ada, tapi akan tetap dibuat,” katanya.***






