Likkuaba.com – Seorang wanita asal Kampung Langata, Desa Maku Kuku, Kecamatan Tanah Righu, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Sriningsi Pandang, A.Md.Keb, yang merupakan alumni Politeknik Kesehatan Wira Husada Nusantara Malang, mengikuti tes seleksi kerja di luar daerah. Langkah tersebut ia ambil sebagai upaya untuk mengembangkan diri serta keluar dari zona nyaman di kampung halamannya.
Alumni Politeknik Kesehatan Wira Husada Nusantara Malang itu mengatakan, keputusannya tidak lepas dari dorongan orang tua serta keinginannya sendiri untuk merantau selagi masih muda dan belum berkeluarga.
“Saya ikut tes ini karena bapak dan mama dorong. Kalau tidak lulus, saya disuruh pulang atau merantau ke luar negeri. Mumpung masih muda, belum ada suami dan belum ada niat tinggal tetap di kampung,” ujarnya.
Sejak kecil hingga usia 18 tahun, Sriningsi menghabiskan masa hidupnya di kampung halaman. Ia mengaku mulai merasa jenuh dan ingin mencari pengalaman baru di luar Sumba.
Menurut wanita itu, tinggal terlalu lama di kampung tanpa aktivitas yang jelas juga memiliki tantangan tersendiri. Ia melihat cukup banyak anak muda yang memilih menikah di usia muda, sehingga kesempatan mengembangkan diri menjadi terbatas.
“Takut juga kalau terlalu lama di kampung, pengaruh lingkungan bisa cepat kawin. Akhirnya pengalaman hanya di sekitar kampung saja dan ilmu yang didapat tidak berkembang,” katanya.
Ia mencontohkan, tidak sedikit lulusan sekolah maupun perguruan tinggi yang akhirnya menikah muda. Namun karena faktor ekonomi, sebagian kemudian merantau ke Tanah orang untuk mencari nafas kehidupan, sementara anak dititipkan kepada orang tua di kampung.
“Saya punya saudara juga begitu, habis sekolah kawin. Sekarang suami istri kerja di Bali, anak ditinggal dan orang tua yang urus,” tuturnya.
Karena itu, Sriningsi ingin mengambil langkah berbeda. Ia berharap ilmu kebidanan yang telah diraihnya bisa terus diasah dan memberi manfaat lebih luas.
Di luar kesibukannya sebagai tenaga kesehatan, Sriningsi juga memiliki hobi membaca dan menulis. Ia mengaku tertarik mengembangkan kemampuan yang ia miliki.
“Saya memang hobi menulis dan baca. Kalau diajarin atau dibimbing, saya mau sih, mungkin nanti pelan-pelan,” kata wanita itu lewat percakapan via watsaap.
Baginya, merantau bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga tentang belajar, memperluas wawasan, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Saat ini, ia juga tengah merantau di Jakarta dan bekerja di bidang pelayanan homecare, sembari terus mencari peluang yang dapat menunjang pengembangan karier dan pengalamannya.***





