Likkuaba.com – pelaksanaan pasola di Hoba Kalla, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (10/2/2026), tidak berlangsung lama. Hal ini diduga akibat adanya persoalan tanah yang menjadi pemicu terjadinya konflik saat berjalannya ritual adat Pasola.
Secara tradisional, Pasola biasanya berlangsung cukup lama dari tahun ke tahun. Namun pada pelaksanaan tahun ini, kegiatan tersebut tak kunjung lama karena di duga adanya latar belakang persoalan yang telah terjadi sebelumnya.
Masyarakat Lamboya menyebutkan bahwa sebelum menjelang Pasola, yang di duga telah muncul persoalan tiga bidang tanah yang belum terselesaikan. Hal ini mendorong mereka memilih untuk tidak terlibat dalam pelaksanaan pasola karena mereka khawatir persoalan itu dapat memicu konflik dan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap diri mereka.
Meski demikian, mereka mengatakan bahwa apabila tidak ada persoalan yang berpotensi menimbulkan kericuhan, masyarakat Lamboya akan turut terlibat dan meramaikan jalannya kegiatan Pasola sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu masyarakat Lamboya, yang berat disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa konflik terkait persoalan tanah tersebut belum cukup lama.
“Yang baru-itu belum sampai satu bulan Malasah yang dong bakar rumah belum sampe satu bulan sudah tangkap itu orang yang bakar,” ungkap di kediamannya usai Pasola.***





