Likkuaba.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyesalkan peristiwa meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada. Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di NTT untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan yang selama ini berjalan.
“Meninggalnya almarhum YBR (10), seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, merupakan tamparan keras bagi kita semua. Pemerintah Provinsi NTT mengakui masih terdapat kegagalan, dan dari situ kita harus berani melakukan perbaikan,” tegas Gubernur.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri pertemuan bersama para kepala sekolah, guru, serta pelajar SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Flores Timur. di Aula SMA Negeri 1 Larantuka, Jumat (6/2/2026).
Ia menilai NTT seharusnya tidak terus-menerus ditempatkan dalam narasi daerah tertinggal. Menurutnya, NTT memiliki sumber daya alam dan potensi sosial yang besar, termasuk Flores Timur yang dikenal subur serta kaya akan hasil laut.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) NTT masih berada di peringkat bawah secara nasional. Kondisi ini, kata dia, menuntut kebijakan pendidikan yang lebih tegas dan berorientasi pada peningkatan kualitas.
Ia meminta agar proses kenaikan kelas dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kemampuan dasar peserta didik, khususnya kemampuan membaca dan menulis, demi menjaga mutu pendidikan.
Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya pengendalian penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Ia menilai penggunaan smartphone secara berlebihan berpotensi mengganggu perkembangan sosial, kesehatan, serta kemampuan berpikir anak.
Ia juga mendorong pembaruan materi pembelajaran serta penguatan program One School One Product (OSOP) dengan mendorong setiap sekolah mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Bupati Flores Timur, Antonius, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan ketahanan mental, nilai spiritual, serta kemampuan personal agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zeth Sony Libing, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Flores Timur, Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Flores Timur, dan guru-guru.***







