Likkuaba.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur terus menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Meski tingkat layanan saat ini baru menjangkau sekitar 44 persen dari target nasional, aspek mutu gizi dan keamanan pangan ditegaskan tetap menjadi prioritas utama.
Penekanan tersebut disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Regional NTB–NTT–Bali yang membahas standar gizi dan keamanan pangan siap saji serta edukasi gizi dalam Program MBG di lingkungan satuan pendidikan. Kegiatan yang digelar di Hotel Swiss-Belcourt Kupang, Rabu (4/2/2026) itu diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Gubernur menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan MBG tidak hanya terletak pada banyaknya anak yang menerima manfaat, tetapi juga pada kualitas makanan yang dikonsumsi. Oleh sebab itu, setiap dapur SPPG diminta konsisten menerapkan prinsip kebersihan, keamanan pengolahan, dan keseimbangan gizi agar makanan yang disajikan benar-benar mendukung tumbuh kembang anak.
Ia menambahkan, MBG merupakan program lintas sektor yang dampaknya menyentuh kesehatan, pendidikan, pembiasaan hidup bersih, hingga kondisi ekonomi keluarga. Dengan cakupan peran yang luas tersebut, pelaksanaannya tidak boleh dilakukan secara parsial. Sekolah, kata dia, perlu membangun kebiasaan hidup bersih di kalangan siswa, mulai dari mencuci tangan sebelum makan hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Gubernur mengingatkan bahwa kemiskinan ekstrem yang masih dialami sebagian anak di NTT tidak boleh dinormalisasi. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara layak. Program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai langkah konkret negara dalam memastikan pemenuhan kebutuhan dasar anak, terutama pangan dan pendidikan.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap para fasilitator tidak berhenti pada praktik di dapur SPPG saja, tetapi turut menyebarkan pemahaman tentang pengelolaan makanan yang bersih, aman, dan bergizi ke keluarga dan masyarakat. Masa depan NTT sangat ditentukan oleh kualitas gizi anak-anak hari ini,” tegas Melki.





