Likkuaba.com – Sejak menjabat sebagai PJ Desa Sangu Ate, Kecamatan Wewewa Barat, Jumiati renda menegaskan bahwa tidak ada hal yang disembunyikan terkait bantuan yang disalurkan di desa. Ia memastikan seluruh bantuan dijalankan secara terbuka dan transparan.
“Untuk ada persoalan ada hal-hal yang mencurigakan tidak tidak ada jadi untuk terkait dengan bantuan-bantuan pembangunan-pembangunan tidak ada yang di tutupi,” kata juniati renda saat di temui likkuaba.com di kediamannya sabtu, (4/4/2026).
Jumiati menjelaskan, untuk kegiatan BUMDes, pemerintah desa selama ini menyalurkan dana langsung ke rekening BUMDes sesuai petunjuk teknis (juknis).
“Jadi semuanya di lakukan di kantor desa penyerahannya itu transfer langsung ke rekening bukan kasih secara tunai ada pengurusnya,” ujarnya.
Selain itu, Jumiati menegaskan, setiap pertemuan resmi selalu digelar di balai desa dan tidak pernah diadakan di rumah. Informasi setiap kegiatan rutin selalu disampaikan kepada aparat desa, RT, dan RW, sehingga mereka dapat mengikuti proses secara langsung.
Tahun 2025, anggaran dana desa Desa Sangu Ate mencapai lebih dari Rp 800 juta. Sebagian besar dana digunakan untuk pembangunan WC, bak penampung air, kegiatan sunting, dan keperluan lainnya. Seluruh anggaran dikatakan telah tersalurkan sesuai rencana.
Sementara itu, pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Desa sangu ate kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp179.800.000 untuk kegiatan ketahanan pangan.
Kegiatan BUMDes di Desa Sangu Ate saat ini sementara berjalan dan dikelola oleh pengurus BUMDes.***






