Pigai dorong Gubernur Pendataan Warga Miskin di NTT usai kasus anak SD bunu Diri!

oleh

Likkuaba.com – Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mendorong Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur segera melakukan pemetaan ulang terhadap warga yang masuk kategori miskin ekstrem di seluruh kabupaten dan kota. Upaya tersebut dinilai penting agar kelompok masyarakat paling rentan tidak luput dari perhatian negara.

Hal itu disampaikan Pigai sebagai respons atas peristiwa meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, sebagaimana dilansir media ini pada Minggu (8/2/2026). Kasus tersebut diduga berkaitan dengan keterbatasan ekonomi keluarga korban dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dasar.

Pigai mengusulkan agar pemerintah provinsi menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota. Melalui kebijakan tersebut, kepala daerah diminta mempercepat pendataan warga desil-1 sekaligus membenahi persoalan administrasi kependudukan.

Ia menilai, persoalan administrasi masih menjadi kendala utama bagi masyarakat miskin dalam mengakses bantuan sosial. Karena itu, penataan data kependudukan dinilai perlu dilakukan secara paralel dengan pendataan kemiskinan ekstrem.

Dalam penelusuran yang dilakukan Kementerian HAM bersama Pemerintah Provinsi NTT, ditemukan bahwa keluarga korban tidak terjangkau bantuan akibat perbedaan data domisili. Orang tua korban tercatat sebagai penduduk Kabupaten Nagekeo, sementara anak tersebut tinggal dan bersekolah di Kabupaten Ngada.

Ketidaksinkronan data itu menyebabkan keluarga korban tidak terdaftar sebagai penerima bantuan miskin ekstrem di wilayah tempat tinggalnya. Pigai menegaskan bahwa persoalan administratif tidak seharusnya menghambat pemenuhan hak dasar warga miskin.

Pigai juga menyampaikan bahwa Kementerian Dalam Negeri telah meminta seluruh kepala daerah untuk melakukan penertiban administrasi kependudukan guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Diketahui, anak tersebut tinggal bersama neneknya, sementara ibunya yang berstatus orang tua tunggal bekerja sebagai petani dan buruh harian untuk memenuhi kebutuhan lima orang anak. Sebelum meninggal dunia, anak itu sempat meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya.***

 

Sumber foto: Melihat Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.