Likkuaba.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, Drs Edmundus Norbertus Nau, mengatakan bahwa penerapan disiplin bagi aparatur sipil negara (ASN) dilakukan secara bertahap melalui pendekatan pembinaan.
Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) guna mengingatkan para pegawai terkait pentingnya disiplin kerja, Rabu (1/4/2026).
“Makanya saya sekarang keliling dalam rangka terus mengingatkan. Teman-teman, jangan sampai disiplin menjadi beban, dan jangan sampai disiplin mengorbankan pegawai,” ujarnya.
Terkait kebijakan tersebut, disebut bahwa penerapan disiplin dilakukan secara bertahap dan bukan merupakan hal baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten SBD.
“Ini bukan baru. Sudah lama. Saya selalu bilang, untuk kita di SBD ini, ini penyakit menahun sejak 2007 sampai sekarang dan berjalan biasa-biasa saja,” katanya.
Dalam tiga bulan terakhir, pemerintah daerah telah melakukan uji coba penggunaan sistem fingerprint agar para pegawai terbiasa dan terbentuk pola kedisiplinan.
“Makanya tiga bulan kemarin kita uji coba penggunaan fingerprint supaya teman-teman terbiasa, menjadi terpola, dan sejak 1 April kita akan berlaku efektif,” jelasnya.
Ia telah memimpin apel gabungan dan kini melakukan kunjungan ke seluruh OPD guna menyampaikan kebijakan tersebut, sekaligus memastikan proses pembinaan tetap berjalan
“Supaya proses pembinaan tetap dilakukan sebelum penegakan disiplin,” tegasnya.
Tujuan utama dari penerapan disiplin disebut untuk memperbaiki kinerja pelayanan kepada masyarakat..
“Dulu orang bertanya-tanya, kami datang ke kantor jam setengah 8 atau jam 8, kok belum ada orang. Kantor belum buka. Tujuannya ke arah situ,” tendasnya.
Sekda menegaskan, penerapan disiplin ini diarahkan untuk meningkatkan kinerja pelayanan di lingkungan pemerintah kabupaten SBD.***







